BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kapolda Lampung Brigjenpol Purwadi Arianto siap menyukseskan kebijakan Kapolda sebelumnya, yakni Irjenpol Suntana yang kini menjabat Sabagai Wakaban Intelkam Mabes Polri.

Beberapa kebijakan yang dilaksanakan Suntana, yakni pengungkapan terduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ada di provinsi Lampung bekerja sama dengan Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri, baik melaluli penangkapan terduga, maupun upaya deradikalisasi dengan menggandeng berbagai sektor yang ada di Provinsi Lampung. Purwadi siap mengambil tongkat estafet penanganan jaringan radikal di Bumi Ruwai Jurai.



"Penanganan jaringan radikal, sebenarnya sudah terdeteksi, kita bekerja sama dengan Densus 88," ujarnya di Mapolda Lampung, Senin (20/8/2018).

Meski demikian Purwadi belum bisa memaparkan secara rinci mekanisme yang akan dilakukannya di Mapolda Lampung. "Kalau penanganan sifatnya tertutup, tapi juga ada yang terbuka, pokoknya kedua-duanya kita sampaikan dengan tanggung jawab ke publik," kata mantan Wakapolda Metro Jaya itu.

Disinggung soal penanganan Curat, Curas, dan Curanmor (C3) juga akan menjadi tugas berat yang menanti Purwadi. Purwadi yang lama di reserse, menyebut langkah pertama yakni harus adanya respons cepat dari aparat ketika kroban melapor, agar segera ditindak.

"Kan ada pola preventif, preemtif, dan represif, tapi kita utamkan pelayanan yang cepat, dan harus ada pelayanan yang tulus tanpa mengharapkan sesuatu," katanya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR