BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamat Hukum Universitas Lampung Edy Rifai memberi saran terkait kepemimpinan Polda Lampung yang akan dijabat oleh Brigjenpol Purwadi Arianto yang menggantikan Irjenpol Suntana.

Kendati Purwadi memiliki latar belakang reserse yang mumpuni, Edy menjelaskan Alumnus Akbari 1989 itu harus dapat menemukan akar masalah, kenapa perkara pidana seperti C3, dan narkoba masih marak di provinsi Lampung, kata dia, negara maju seperti Norwegia dan Finlandia, menurut Edy tingkat kriminalitasnya kecil karena kehidupan masyarakat yang sejahtera.



"Kasih contoh, kan Lampung Timur terkenal banyak pelaku kejahatan, kan harus tahu masalahnya, pastinya kemiskinan. Nah selain penegakkan represif, Kapolda baru juga harus sinergi dan bekerjasama dengan stakeholder terkait, supaya bisa menekan angka kemiskinan," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (14/8/2018).

Selain itu, terkait Narkoba, Lampung yang berada di peringkat 8 angka prevalensi pengguna se-Indonesia, juga butuh penanganan yakni memperkuat pengawasan jalur transportasi dan distribusi. "Lampung ini kan pintu gerbang dan transit, kadang kalau enggak bisa masuk Jakarta dari Aceh di edarkan di sini," katanya.

Perlu adanya penegasan soal sanksi bagi pengguna, karena selama ini pengguna yang kerap diartikan sebagai korban. Sehingga, mereka sering mendapatkan keringanan hukum berupa rehabilitasi.

"Kayak artis Jenifer Dun atau kasus Michael, kan berulang-ulang, di Malaysia bisa kena pidana sampai hukuman mati kalau pengguna, jadi bisa menimbulkan efek jera," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR