KALIANDA (lampost.co) -- Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Indonesia (KAPI) Lampung Selatan, menggelar aksi tolak kedatangan Neno Warisman ke Provinsi Lampung. Kedatangan Neno Warisman akan mendeklarasi #2019gantipresiden, Jumat (7/9/2018) mendatang.

Dengan membawa spanduk penolakan, aksi yang digelar di jalan protokol Kalianda hingga depan Mapolres Lampung berjalan tertib dan lancar. 



Massa yang menggelar aksi menilai kedatangan Neno Warisman membuat situasi politik tidak sehat dan memicu konflik masyarakat Lampung, karena akan ada yang pro dan kontra. 

"Kedatangan Neno Warisman akan memicu konflik di masyarakat Lampung," kata Ketua KAPI  Lampung Selatan, Dedi Manda Putra, dalam orasinya. 

Dijelaskannya, agama merupakan bentuk keyakinan setiap individu dengan tuhan. Bukan dijadikan alat untuk kepentingan politik. 

"Deklarasi gerakan ganti presiden menentang konstitusional," ujarnya. 

Deklarasi tanda pagar (tagar) ganti presiden 2019 merupakan perbuatan makar, sehingga kedatangan Neno Warisman akan merusak ketenangan umat beragama di Lampung. 

"Jangan sampai kedatangannya merusak ketenangan umat beragama," kata Kepala Bidang Advokasi KAPI Pirnando Lukman. 

Oleh sebab itu, KAPI Lampung Selatan meminta kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia, tidak memberikan Izin terkait kedatangan Neno Warisman ke Lampung.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR