SUKADANA (Lampost.co)--Banyaknya Kapal nelayan di Laut Kuala Labuhanmaringgai, Lampung Timur yang tidak meiliki izin kapal, dan banyaknya pemalsuan ukuran mesin membuat Kesahbandaran Pelabuhan Panjang dan Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Timur melakukan pengecekan ulang kapasitas mesin kapal nelayan.

Kepala Kantor Unit Pengelola Tehnis Daerah (UPTD) Perikanan Kecamatan Labuhanmaringgai, Johan, mengatakan pengecekan mesin kapal nelayan sudah berjalan sepekan dan belum selesai, jumlah kapal nelayan yang akan dilakukan pengecekan sebanyak 160 unit.



"Dari jumlah tersebut bisa jadi akan selesai satu bulan," ujar Johan kepada Lampost.co.
Kapal nelayan dari 3 Grooston (GT) sampai 20 GT, dilakukan ukuran ulang disebabkan adanya kapal yang tidak memiliki izin atau perizinan  yang tidak sesuai dengan kapasitas mesin.

Johan mengatakan kapal berkapasitas 20 GT tentu pembuatan izin oprasionalpun berbeda, sehingga banyak yang memanipulasi kapasitas mesin. "Saya mencotohkan kapal yang berkapasitas mesin 20 GT dibuat 10 GT, itu yang akan kami singkronkan dan tertibkan dengan melakukan pengukuran ulang," terang Johan.

Sementara itu, Dedik (35), warga Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhanmaringgai, mengaku sudah dua bulan tidak melaut menggunakan perahu dengan alasan pemerintah memberhentikan sementara, dengan alasan adanya pengukuran ulang dan tidak dibolehkannya kapal trawl beroprasi. Namun nelayan yang menggunakan alat tangkap jenis bagan masih terus beroprasi. "Terpaksa kami bisa melaut menunggu hasil pengukuran ulang kapal, gak tau kapan akan selesai pengukurannya," terang Dedik.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR