Pangkalpinang (Lampost.co) -- Kapal Layar Motor (KLM) Pantai Indah yang berlayar dari Palembang, Sumatera Selatan, menuju Tanjung Pandan, Bangka Belitung, tenggelam di perairan Toboali, Bangka Selatan, sekitar 25 mil dari Pulau Dapur. Kapal bermuatan 135 ton minyak goreng itu tenggelam sekira pukul 02.00 WIB pada Senin 21 Agustus 2017.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi seluruh muatan kapal ikut tenggelam," kata Komandan Angkatan Laut (Danlanal) Babel Letkol Iwan K. di Pangkalpinang, Senin 20 Agustus 2017.



Iwan menjelaskan, KLM Pantai Indah dinakhodai Bapen, warga Jakarta Utara. Kapal membawa tiga anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya warga Palembang, yakni Teguh, Amin Cik, dan Hanapi.

Menurut Iwan, tenggelamnya kapal bermula saat KLM PAntai Indah mengalami kebocoran di tengah perjalanan membawa 9.226 dus atau 135 ton minyak goreng dari Palembang menuju Tanjung Pandan. Nakohda kapal kemudian berusaha memompa air, namun usahanya sia-sia karena kebocoran terlalu besar.

"ABK dan nakhoda pun terjun ke laut dengan pelampung untuk menyelamatkan diri," ujar Iwan.

Nakhoda dan ABK KLM Pantai Indah berhasil diselamatkan nelayan Toboali bernama Ridwan sekira pukul 06.00 WIB.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR