BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bakal calon dekan FEB Unila menandatangani pakta integritas yang diajukan BEM FEB. Hal itu dilakukan usai penyampaian visi-misi dalam rapat senat di auditorium paskasarjana Unila, Jumat, 13 September 2019.

Ketua BEM FEB Unila Agra Wijaya Hardi mengungkapkan hal itu untuk memastikan komitmen para calon dekan, serta dilakukan demi menjaga prestasi dan kualitas FEB Unila. Pakta intergritas itu sendiri berisi harapan mahasiswa FEB Unila.



"Jika para calon terpilih nantinya tidak menjalankan pakta integritas yang disepakati, maka kami BEM FEB Unia beserta mahasiswa lainnya tidak segan untuk menuntut," tutur Agra sebelum membacakan pakta intergritas.

Sembilan poin tercantum dalam pakta integritas itu. Salah satunya ialah bersedia meyiapkab pelayanan administrasi maupun akademik berbasis digital. Menurutnya sistem tersebut telah diterapkan di FEB Polinela.

"Jangan sampai kita tertinggal, sedangkan visi kita adalah memajukan kualitas dan prestasi FEB," ujarnya.

Poinlainnya adalah menjalankan visi-misi seperti yang telah disampaikan. Membuka kesempatan mahasiswa menyampaikan asopirasi. Melibatkan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan terkait kemahasiswaan lingkungan civitas.

Kemudian bersedia mensosialisasikan segala kebijakan yang telah dibuat kepada seluruh civitas akademik. Melibatkan mahasiswa dalam setiap penyelenggaraan kegiatan fakultas.

Mengadakan kegiatan peningkatan kualitas softskill. Mendukung kegiatan lembaga kemahasiswaan yang mendorong tercaoainya tri dharma perguruan tinggi.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR