BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Rencana kanalisasi jalan Soekarno-Hatta (by pass) mendesak segera direalisasikan mengingat masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia di jalur arteri tersebut, kondisi jalan yang berlubang, serta bakal tingginya volume kendaraan akibat imbauan untik menghindari pengerjaan underpass Unila.

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin melalui Kasubdit Kamsel AKBP Junaidi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) Wilayah VI Bengkulu dan Lampung, terkait tupoksi mereka di perambuan.



"Jadi untuk titik kan sudah fiks ada 7, kita sudah lakukan pemantauan. Sebenarnya ya tinggal ada gerakan dari BPTD, baru kita jalan," ujarnya Senin (16/4/2018).
Nantinya BPTD yang akan memasang rambu, papan informasi, dan kelengkapan lainnya, sehingga masyarakat nantinya tahu dan tertib lalu lintas. "Ya kita segera Koordinasi lagi biar cepat terealisasi," ujarnya.
Tujuh titik di sepanjang jalan arteri tersebut yang sudah dipetakan juga sudah final, di antaranya Bunderan Simpang Tanjungkarang, belakang Unila, di belakang pintu masuk Unila, lampu merah Untung Suropati, flyover Kimaja, flyover Sultang Agung, simpang empat Sukarame, flyover kali balok. Titik tersebut kini dinyatkaan sudah fiks.
Tidak ada lagi rencana pembebasan ataupun pelebaran jalan, dikarenakan titik yang sudah ditenutkkan memiliki luasan yang cukup ideal, yakni panjang sekitar 12 meter dengan tiga lajur (satu lajur kanalisasi) dan memiliki panjang sekitar 200 meter per titik kanalisasi.

Sementara untuk Kondisi jalan yang berlubang di jalan sepanjang 21 km tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruang Simpang Tanjungkarang (Jalan Soekarno Hatta) M. Danial, mengatakan akan segera melakukan pemanggilan terhadap kontraktor yang melakukan pengerkaan jalan tersebut yakni PT Lampung Mandiri Multi Kencanan, untuk segera melakukan penambalan, dan memantau kualitas jalan. Jalan By Pass sendiri sudah mula diperbaiki, sejak bulan Februari. 2 km untuk rigid beton, dan selebihnya hanya tambal sulam. Untuk rigid beton sedang berproses.
"Segera kita panggil, karena jalan berlubang itu tanggung jawab mereka," ujarnya kepada Lampost.co
Selain itu, ia mengaku banyaknya lubang di jalan tersebut,karena berbagai faktor. Seperti kondisi cuaca yang tak menentu yakni hujan terus turun sehingga penambalan yang dilakukan rusak Kembali. Kedua overloadnya kendaraan yang melalui jalur tersebut, apalagi beban jalan by Pass hanya bisa menahan kendaraan berat dengan tonase maksimal 8 ton. "Untuk pengerjaaan juga terus berlangsung," katanya.
Untuk mengurangi macetnya jalur By Pass akibat kondisi jalan yang buruk, Satlantas Polresta Bandar Lampung melakukan tindakan cepat dengan melakukan penimbunan beberapa titik lubang di Jalan Soekarno Hatta, Senin (16/4/2018).
Kasatlantas Polresta Bandar Lampung, AKP Syouzarnanda Mega mengatakan, pihaknya melakukan tindakan cepat untuk mengurangi terjadinya kecelakaan khususnya di Jalan Soekarno Hatta.  Dari hasil pantauan, ada 23 titik lubang yang lumayan besar yang harus segera dilakukan penimbunan. Para personel Satlantas melakukan penimbunan jalan berlubang dengan material batu bercampur dengan semen. Ada dua titik di Jalan Soekarno Hatta yang ditutup yang dinilai cukup berbahaya untuk dilintasi.
"Kami melakukan tindakan cepat untuk mengurangi dan mencegah kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta apalagi menjelang arus mudik hari raya lebaran"ujarnya Senin (16/4/2018).

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR