BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kampanye tradisional masih memiliki magnet yang sangat kuat untuk menarik masyarakat sebagai pemilih dalam konstelasi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur dan wakil gubernur Provinsi Lampung pada 27 Juni 2018 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Lampung, Toni Wijaya. Ia mengatakan bahwa kultur masyarakat di Provinsi Lampung masih bisa didekatkan dan simpati dengan pendekatan kampanye secara tradisional seperti rapat umum, acara hiburan, kampanye dialogis, silahturahmi langsung bertemu kepada masyarakat dan pengajian.



"Untuk Lampung, kampanye tradisional seperti rapat umum dan acara hiburan atau keramaian masih dominan," katanya kepada Lampost.co, (15/5/2018).

Masyarakat juga akan langsung melihat kapasitas dan kualitas calon-calon pemimpinnya yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur Lampung selama 5 tahun kedepan. Interaksi humanis kepada masyarakat juga akan langsung dirasakan antara calon pemimpin dan pemilihnya.

Ia juga mengkritisi penyelenggaraan debat publik yang digelar pihak KPU Provinsi Lampung kurang greget dan kurang mengupas kualitas masing-masing pasangan calon yang ada. "Minat dan perhatian masyarakat terhadap pilgub rendah. 3 debat publik yang digelar KPU datar-datar dan seremonial," kata Akademisi FISIP UNILA ini.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR