BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kampanye hitam dalam pesta demokrasi bakal menyesatkan rakyat dan menyulut konflik horizontal. Apalagi kini dinamika politik mulai terasa hiruk-pikuknya untuk merebut simpati rakyat menjelang hari raya dan pencoblosan 27 Juni mendatang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Khairudin Tahmid mengatakan melalui surat imbauan Nomor 036/MUI-LPG/H/III/2018 tentang Pilkada Lampung, Lampung Utara, dan Tanggamus, lembaga itu mengajak seluruh umat berpolitik santun dan mengedepankan akhlakul karimah, jangan berkampanye hitam yang menyesatkan rakyat dan menyulut konflik horizontal.



"Mengedepankan akhlakul karimah (politik santun) dalam proses demokrasi dengan tidak melakukan provokatif, black campaign (kampanye hitam), money politics (politik uang) atau menyebarkan isu-isu yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Memelihara kerukunan dan ukhuwah Islamiah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah insaniyah (persaudaraan antarumat manusia) dan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), meski berbeda pilihan politik," kata Khairudin kepada Lampung Post, Jumat (1/6).

Kemudian dia juga mengatakan semua pihak harus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan memelihara kebinekaan, ketertiban, kebersamaan, dan toleransi. Selanjutnya MUI mengajak mencegah penggunaan tempat ibadah dari kegiatan-kegiatan yang berbau politik dan atau mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dengan demikian, kesucian dan netralitas masjid dan musala sebagai tempat ibadah dapat tetap terjaga.

"Memohon kepada Allah swt agar semua proses Pilkada serentak 2018 bisa terlaksana secara jujur, adil, aman, dan damai. Sehingga pilkada menghasilkan pemimpin-pemimpin yang bertakwa dan memiliki semangat juang yang tinggi," ujarnya. 

 

Perkuat Pengawasan

Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Iskardo P Panggar mengatakan pihaknya memperkuat pengawasan di jajarannya. Kepada semua stakeholder diharapkan untuk berperan aktif.

"Sosialisasi anti-money politics sampai tingkat desa terus dilakukan secara luas. Kita juga sebarkan spanduk perdesa dan melaui media sosial," kata mantan Ketua KPU Way Kanan itu, kemarin.

Sebelumnya Katua KPU Lampung Nanang Trenggono mengajak pasangan calon, partai politik, tim pemenangan, relawan, simpatisan, dan semua pihak untuk mengedepankan pendidikan politik yang santun dan mengikuti semua peraturan perundang-undangan pilkada.

"Saya berharap semua pihak menjaga suasana kondusif, kedepankan pendidikan politik yang baik," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR