KOTABUMI (lampost.co) -- Pemerintah tengah gencar-gencarnya melaksanakan reformasi birokrasi mewujudkan pelayanan prima. Di sejumlah daerah termasuk di Lampung Utara hal itu memberi konsekuensi pekerja honorer diibaratkan seperti kerja rodi zaman penjajahan.
Bagaimana tidak, pekerjaan harus cepat selesai, dengan mengedepankan loyalitas tinggi terhadap tanggung jawabnya. Namun, ada yang terlupakan di sana. Ternyata tidak diimbangi dengan honor tenaga sukarela yang seperti tidak ada artinya.
Saking seringnya terlambat mendapat honor, sebagian mengaku sampai tidak ingat kapan terakhir kali mengambilnya. Di pikiran mereka hanya ada tumpukan pekerjaan semakin hari meningkat, hingga haknya seperti dikebiri pun tak ingat lagi.
"Kami sampai lupa itu, sebab saking banyaknya pekerjaan. Kalau orang rumah hanya dapat mengelus dada, karena yang kami pikirkan saat ini bagaimana perintah pimpinan dapat dijalankan sebaik-baiknya," kata Adi, seorang tenaga kontrak sukarela.
Adi yang merupakan TKS di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampura itu mengutarakan nasibnya, Rabu (25/10/2017). Menurutnya, para honorer TKS sepertinya tidak ada capeknya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sampai Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri pun mengiisyaratkan untuk tetap bekerja saat akhir pekan (Sabtu-Minggu). Demi mengejar target dalam melengkapi administrasi kependudukan di saat datang masa pemilu mendatang.
"Sering kami berdebat dengan masyarakat yang mengurusi adminduknya di sini, karena ingin mendapatkan pelayanan cepat dan gratis. Namun, apa boleh dikata, itulah risikonya menjadi pegawai honorer yang entah kapan digajinya," katanya.
Khusus honorer di sejumlah satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Lampung Utara, disinyalir imbas tidak turunnya sejumlah pendanaan dari pusat maupun provinsi berakibat para TKS mengelus dada dan menghela napas tiap akhir bulan.
Persoalan honor mereka yang kerap terlambat cair itu ibarat jalan buntu. "Ya, kami mau bagaimana lagi, pimpinan sudah lepas tangan dalam hal ini. Hanya mengadu pada Sang Khalik," kata honorer lainnya yang enggan menyebut nama menambahkan.
Pemandangan tersebut tidak jauh berbeda di satker lainnya. Padahal, pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan pelayanan masyarakat. Namun, ternyata dibalik itu semua masih ada yang terlupakan hal paling mendasar tersebut. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR