DUA terdakwa kasus pembunuhan yakni Dede Setiawan (26) bersama adik kandungnya M.Alfin (23) Warga Jalan Baru, Gang Garuda LK II, Rt 002, Kelurahan Pidana, Kecamatan Panjang harus duduk dikursi pesakitan atas aksi keji keduanya terhadap Korban Leo Adya Winata.

Kedua kakak beradik ini didakwa Jaksa Desi Andriani Putri dengan dua pasal sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan sebagai mana diatur diancam pidana dalam pasal 170 Ayat (2) Ke-3 KUHP.



Kedua terdakwa menurut Jaksa telah melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja merampas nyawa orang lain yang dilakukan para terdakwa dengan cara, pada 17 April 2018 saat itu M. Alfin tengah berada didalam kamar bersama kakaknya Dede, saat itu datang Komala Dewi kakak dari ibu kedua terdakwa (Tante kedua terdakwa) sembari berkata. "Kamu jemput ibu kamu ditempat Leo takutnya macam-macam," kata Jaksa Desi Kamis (6/9/2018).

Kemudian terdakwa bertanya kepada tantenya bahwa informasi tersebut didapat dari siapa, kemudian Dewi menjawab bahwa ibu RT yang memberitahu hal tersebut. Lalu kedua terdakwa menemui RT menayakan hal tersebut saat itu ibu RT membenarkan dan menyarankan kedua terdakwa bertanya kepada Rizki Adi. "Kedua terdakwa kemudian mencari adiknya bernama Rizki dan menyuruhnya pulang, saat itu terdakwa Dede mengambil sebilah pisau dari dalam dapur rumah mereka lalu pergi mengendarai sepeda motor untuk mencari korban," kata Desi.

Pencarian terhadap korban yang dilakukan para terdakwa sempat berlangsung lama karena korban selau berpindah tempat. Setelah mendapat informasi bahwa terdakwa bekerja di toko bangunan, terdakwa Dede menanyakan alamat kosan korban.

Pemilik toko memberitahu bahwa korban ngontrak tidak jauh dari lokasi tersebut lalu ketiga kakak beradik ini menghampiri kontrakan yang dimaksud. Sesampai dikontrakan tersebut terdakwa Dede mendorong pintu dan saat itu korban tengah ngobrol bersama saksi Nur tanpa mengenakan baju. "Saat itu terdakwa Dede berkata Lo yang melorotin duit orang tua gw. Korban kemudian melakukan pemukulan dibagian dada hingga terjatuh," kata Jaksa.

Keributan itu tidak dapat dihindari, terdakwa kemudian berdiri dan mencabut pisau yang telah ia bawa sebelumnya dan menusuk dada korban. Korban sempat melakukan perlawanan dengan cara menendang terdakwa, saat itu saksi Nur memisahkan korban dan terdakwa. Karena kesal terdakwa M.Alfin melakukan pemukulan sebanyak satu kali dibagia bahu.
"Korban berlari kearah belakang rumah saat itu terdakwa Dede melakukan pengejaran dengan membawa kayu kaso yang ditemukan terdakwa dibelakang rumah tersebut dan melakukan pemukulan hingga korban tidak berdaya," kata Jaksa.

Dari hasil visum ET Repertum terdapat tiga luka tusukan ditubuh korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR