LIWA (Lampost.co)--Kejaksaan Negeri Lampung Barat menyebut pelesiran para isteri peratin (kepala desa) ke Bali yang dikemas kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) belum lama ini dan menggunakan anggaran  dana desa (DD) mencapai Rp1,3 miliar telah melalui proses perencanaan dan sesuai aturan.

Kajari Lampung Barat, Alex Rahman, di ruang kerjanya, Rabu (23/8/2017), mengatakan kegiatan bimtek ke Bali yang melibatkan ibu-ibu PKK tersebut telah direncanakan melalui kegiatan musyawaraah ditingkat pekon dan dituangkan dalam anggaran pendapatan belanja desa (APBdes).
“Memang kemarin sempat diviralkan kunjungan ke Bali. Saya sempat melakukan pengumpulan data dan keterangan,” kata Alek Rahman.
Lanjut dia, dari pengumpulan data tersebut pihaknya menemukan bahwa kegiatan tersebut telah direncanakan sejak tahun 2016 yang dituangkan dalam APBdes dan telah melalui musyawarah tingkat desa.



Sebelum disahkan dalam APBdes, lanjut Kajari, terlebih dahulu di sampaikan ke pihak kecamatan dan dinas pemberdayaan masyrakat pemerintahan pekon ( DPMPP),untuk mengetahui apakah  sesuai aturan atau tidak. ”Jadi step by step prosesnya telah dilalui, tidak ketentuan yang dilanggar karena telah sesuai ketentuan,” jelas Kajari.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR