KALIANDA (Lampost.co)--Basarudin, salah Kepala Dusun di Desa Palasaji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri secara sukarela dari kepesertaan PKH.

Bapak dua anak itu menjadi peserta PKH sejak 2018 itu sadar dirinya sudah tidak layak mendapatkan bantuan dari PKH, karena ia sudah mampu dan kondisi ekonomi sudah mencukupi.  
Basarudin mengaku dirinya mundur dari dari program PKH karena perekonomiannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu, ia sadar atas pengunduran dari PKH. 
"Sekarang jauh lebih baik. Saya sudah mampu untuk biayai anak sekolah di bangku SMA kelas 3. Jadi, secara sukarela saya keluar dari bantuan PKH," katanya. 
Sebelumnya, kata Basarudin, dirinya sempat menginginkan bantuan PKH tersebut dialihkan ke warga tidak mampu lainnya. Namun, penuturan Pendamping PKH tidak bisa. 
"Tadinya, saya mau bantuan PKH saya dialihkan ke warga yang ekonominya di bawah kami. Tapi, kata pendamping enggak bisa karena yang menentukan dari Kemensos langsung," katanya. 



Sementara itu, Pendamping PKH Kecamatan Palas Doni Kurniawan mengaku Basarudin bisa memotivasi keluarga penerima manfaat PKH lainnya untuk mengubah pola pikir dan memiliki keinginan kuat untuk keluar dari garis kemiskinan. Artinya tidak merasa cukup dan terus tergantung dengan bantuan pemerintah.
"Memang ini sudah kemauan Pak Basarudin ingin keluar dari PKH. Mudah-mudahan ini dapat memotivasi bagi keluarga penerima manfaat lainnya," ujarnya. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR