BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Video sejumlah siswa SD Negeri 1 Padang Cahya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, yang sedang melakukan joget remix mengikuti alunan musik orgen saat acara perpisahan siswa viral di berbagai media sosial.

Hal tersebut mendapatkan keprihatinan dari berbagai kalangan karena dinilai tidak sesuai dengan nilai, dan norma yang dijunjung tinggi masyarakat.



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar mengatakan peristiwa tersebut merupakan salah satu kelalaian oleh pihak sekolah. Maka dari itu pihaknya menyayangkan kejadian tersebut. Satuan pendidikan seharusnya melakukan pendidikan kepada anak-anak untuk berbuat kebaikan. Karena ada video viral tersebut kesannya menjadi tidak baik karena dilakukan di sekolah.

"Oleh karena itu saya menghimbau kepada sekolah yang saat ini musimnya pengumunan kelulusan. Maka harus lebih ketat dan selektif mengawasi anak-anak kita," katanya saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (8/5/2019).

Ia juga mengatakan atas kejadian tersebut kepala sekolah yang bersangkutan dengan sendirinya tanpa ada perintah dan sanksi atas persoalan tersebut sudah mengundurkan diri dari jabatannya.

"Kepala sekolah mengundurkan diri. Sportivitas dan menjunjung tanggung jawab kepada anak-anaknya ada pada kepala sekolah," katanya.

Ia menceritakan berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Barat bahwa kegiatan tersebut bukanlah rangkaian acara pelepasan siswa. Ia mengatakan rangkaian pelepasan siswa sudah selesai, namun kondisi tersebut spontan terjadi.

"Karena ada lagu remix, maka anak-anak ini spontan goyang remix dan diikuti oleh anak-anak lain," katanya.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR