BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupai Tanjungkarang, menjatuhkan hukuman penjara sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni dua tahun penjara terhadap dua terdakwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Kepala Disdikbud Pesisir Barat Arif Usman dan pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Lampung Evan Mardiansyah.

Hakim Ketua Siti Insirah didampingi dua hakim Anggota Gustina Aryani dan Noerista Suryawati mengatakan kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagai Manda dalam dakwaan jaksa Penuntut Umum, keduanya didakwa melanggar pasal 3 jo. Pasal 18 UU. Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. 65 ayat (1) KUHP.



"Bahwa benar kedua terdakwa melakukan tindak pidana korupsi turut serta melakukan, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan perekonomian negara," ujar Majlis Hakim.

"Menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu terhadap Arif Usman dengan pidana penjara selama 2 tahun serta denda Rp50 Juta subsider 2 tahun kurungan. Menjatuhkan pidana penjara terhadap Evan Mardiansyah dengan pidana penjara selama 4 tahun serta denda Rp50 Juta subsider 4 bulan kurungan," kata Hakim Ketua Siti Insirah di Persidangan ruang Candra Pengadilan Tipikor Rabu (15/8/2018). 

Evan Mardiansyah bersama dengan Arif Usman didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan mebel SD dan SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat tahun 2016, dengan anggaran proyek Untuk SD sebesar Rp1 miliar dan SMP sebesar Rp506 juta. Dengan total anggarannya Rp1,5 miliar.

Saat itu Arief Usman merupakan Plt Kadisdikbud sebagai pejabat pengguna anggaran sekaligus merangkap sebagai PPK. Jaksa melanjutkan, karena Evan tidak memiliki perusahaan, ia lantas meminjam perusahaan dan menemui saksi Foster Dallas. Di situ Foster menyiapkan enam perusahaan untuk dipinjamkan ke Evan untuk mengikuti lelang.

Proses kongkalikong itu mempersiapkan satu dari enam perusahaan untuk menjadi pemenang. "Karena demikian, sejak awal sudah diatur maka CV Diktea Utama Raya dipersiapkan  sebagai pemenang lelang dengan cara sengaja membuat penawaran lebih rendah," kata Hakim.Febi Herumanika.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR