BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kamar Dagangn dan Industeri (Kadin) mendorong deteksi dini terhadap penyakit Lupus. Pasalnya penyakit ini sudah menjadi salah satu penyumbang kematian di Lampung. 


Kepedulian Kadin itu dengan mendorong Komunitas Odapus/Orang dengan Lupus Lampung (KOL) menggelar seminar deteksi dini di Graha Bintang Universitas Malahayati Lampung, akhir Agustus mendatang. Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit yang cukup banyak merenggut korban jiwa. Secara nasional, lebih dari 150 ribu kasus per tahun pasien penderita Lupus. Untuk di Lampung sendiri, kasus meninggal dunia usia muda 3 sd 5 orang setiap bulannya, menurut data yang ada di KOL.




Dalam rilis yang diterima Lampung Post, seminar & Talkshow Deteksi Dini “Lupus” akan menghadirkan Prof. DR. dr. Zubaidi Djoerban, Sp. PD. KHOM FInasim yang merupakan dokter Pakar Penyakit Lupus di Indonesia yang akan secara detail menjelaskan tentang penyakit lupus serta Tiara Savitri, S.Pd (Ketua Yayasan Lupus Indonesia). 


Aji Munawar yang mewakili Kadin Lampung mengatakan Kadin Peduli merupakan Divisi pada Kadin Lampung yang berkonsentrasi untuk pelaksaan kegiatan-kegiatan sosial.

"Dalam hal ini, Kadin Peduli siap mensuport kegiatan Seminar Deteksi Dini Lupus, yang memang di perlukan untuk masyarakat Lampung, agar semakin paham dengan gejala dan cara perawatan penyakit ini, karena belum banyak masyarakat yang paham akan bahaya penyakit ini" ujar Aji dalam rapat persiapan seminar di Resto Hotel Horison, Jumat, 23 Agustus 2019.


Salah seorang aktivis KOL Asri Pujiati juga mengungkapkan, dirinya antusias mengkampanyekan bahaya Lupus. Hal itumengingat pengalaman pribadinya sebagai ibu yang harus kehilangan buah hati anak tercintanya Vina Fajhri Putri Ashari (17 th) dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Sang anak selama 2,5 bulan menderita sakit Lupus dan mendapat pengobatan terbaik di RS Kramat 128 Jakarta, namun meninggal pula.

“Pengalaman saya yang harus kehilangan anak saya setelah 2.5 Bulan Penyita Lupus.” ungkap Asri.


Harapannya, dengan Seminar Lupus itu nantinya, masyarakat maupun pihak pemerintah daerah khususnya agar memberikan perhatian serius tentang bahaya Lupus. Apalagi di Provinsi Lampung hingga kini kurangnya informasi dan penanganan penyakit lupus.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR