BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kaderisasi partai politik yang terputus mengakibatkan banyak bakal calon anggota legislatif (bacaleg) "ketok magic" atau dirangkul dengan cara yang instan untuk maju berkompetisi dalam pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Lampung, Andy Cory berpendapat bahwa apabila dilihat dari perkembangan bacaleg yang telah ada di daftar calon sementara (DCS), banyak tokoh-tokoh yang maju melalui jalan pintas atau didaftarkan secara instan.



"Jalan pintas secara instan ini akan menjadi problem. Karena yang dituju parpol ialah jangka pendek yakni bagaimana mendapatkan suara terbanyak. Maka dari itu muncul politik dinasti dan artis-artis yang menjadi caleg," katanya kepada Lampost.co, Kamis (23/8/2018).

Ia mengatakan untuk mendapatkan kader yang berkualitas bukan melalui cara yang instan. Ada proses-proses kaderisasi yang harus dijalankan. Apabila tetap dipaksakan secara instan akan mematikan karir kader-kader yang sudah lama mengabdi dan loyal namun tidak dapat panggung kesempatan untuk tampil.

"Untuk menciptakan demokrasi yang baik, parpol harus menawarkan kadernya yang bermutu melalui kaderisasi yang mantap. Kalau secara instan, kaderisasi terputus," katanya Ketua Jurusan Megister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung ini.

Selanjutnya ia berpendapat parpol bukan hanya sekedar mencari calon pemimpin namun membentuk calon pemimpin melalui komunikasi politik yang intens agar terlahir politisi yang unggul dan berkualitas.

"Harus membangun kader yang baik dengan pendekatan politik yang berkuaitas. Parpol harus jemput bola untuk menghadirkan calon pemimpin," katanya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR