PRINGSEWU (Lampost.co)--Sosialisasi pelaksanaan dana desa yang di laksanakan di Balai Pekon Podosari, Kamis (24/8/2017), merupakan program Kejaksaan Agung yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, kata Kacabjari Tanggamus di Pringsewu Roland Ritonga, di hadapan 126 kepala pekon se-kabupaten Peingsewu.

Rolando meminta kepala seluruh kepala pekon harus benar-banar serius sehingga kegiatan ini bisa membuahkan hasil dalam rangka mengawal program Presiden Joko Widodo yang di sebut Nawacita "Desa Membangun".



Dia menambahkan digelontorkannya anggaran dana desa (ADD) salah satunya untuk mempercepat pembangunan di desa, baik pembangunan infrastruktur ataupun pembangunan pemberdayaan manusia.

Namun, kata Kacabjari,  program pembangunan desa hendaknya jangan asal contoh desa lain yang monoton itu-itu saja: talud dan onderlag. Jaksa meminta kepala pekon bisa berinovasi dalam menggunakan dana desa, serap aspirasi warga. Apalagi, kata Roland, dana desa bisa untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des). "Boleh saja kepala pekon buat minimarket, sehingga warga tidak ketergantungan dengan Alfamat atau Indomart," ungkapnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR