BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan Kepala Bank Lampung Satria Cabang Antasari Satria Permadi telah diputus oleh Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, dalam putusan PT Tanjungkarang menyebutkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang diperkuat, dengan begitu hukuman Satria Permadi tidak dapat dikurangi.

Hakim Pengadilan Tinggi yang di ketuai Feri Fardiman didampingi dua hakim tinggi Muhammad Burzaman dan Selamet Haryadi mengatakan, permintaan banding dari penuntut umum dapat diterima, menguatkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi Tanjungkarang, Nomor 4. Pos.Sus-TPK/2018/PN. Tjk tertanggal 4 Juni 2018 yang dimohonkan banding tersebut, membebankan biaya perkara.



Jesayas Tarigan, Humas Pengadilan Tinggi Tanjungkarang mengatakan selain memperkuat putusan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Satria Permadi juga diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan penjara.

Seperti diketahui Jaksa Penuntut Umum Kejati Lampung mengajukan langkah hukum berupa pengajuan banding atas vonis kasus kredit fiktif KUR Pesawaran, lantaran Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang menjatuhkan pidana penjara 1 tahun 6 bulan penjara kepada Satria Permadi.

Majelis Hakim yang di ketuai Syamsudin juga memberikan pidana denda sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR