Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo dengan gayanya yang khas meminta seorang petani maju dan mengajaknya dialog secara langsung. Sugiyo, petani asal Jember, Jawa Timur, dengan percaya diri unjuk tangan dan mendekati Jokowi.

Dengan semringah, Sugiyo menyampaikan bahwa dia mengantongi surat izin pemanfaatan hutan (IPH) dengan luas dua hektare. Dia akan menanami lahan itu dengan penghijauan untuk pakan ternak sapi perah miliknya.

Dia mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) ke BNI 46 sebesar Rp12 juta. "Pembayaran angsuran kredit akan diperoleh dari hasil susu sapi perah," ujarnya mantap.

Dialog Presiden dengan Sugiyo itu terjadi di sela-sela peluncuran program perhutanan sosial di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kemarin.

Sebelumnya, Jokowi membuat program yang sama di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Negara menyatakan pemberian IPH dalam program perhutanan sosial untuk pemerataan ekonomi dan memperjelas status petani dalam mengelola hutan.

"Petani memiliki kejelasan status, mana yang bisa dikerjakan, berapa hektare, sudah pasti, sudah pegang izinnya, bisa akses ke bank kalau ingin tambahan modal," kata Presiden.

Sebanyak 2.457 hektare lahan perhutanan dibagikan kepada ribuan petani, masing-masing untuk Kabupaten Probolinggo (1.275 ha, Kabupaten Lumajang (570 ha) dan Kabupaten Jember (612 ha).

Setiap petani mendapatkan IPH dengan luas antara 0,5 ha hingga 2 ha.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan, dalam program perhutanan sosial, pemerintah menargetkan seluas 4,3 juta ha lahan yang akan dibagikan kepada masyarakat.

"Hingga saat ini baru seluas 1,068 juta ha di luar Pulau Jawa, sedangkan di Pulau Jawa masih baru dimulai," ujar Siti.

Untuk Pulau Jawa sampai akhir 2017, kata dia, akan direalisasikan sebanyak 46.000 ha lahan, seperti di Probolinggo.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR