BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kemerdekaan berpendapat, berekspresi dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

Saksi Ahli Dewan Pers Lampung Oyos Saroyos mengatakan, jurnalis harus memegang teguh tedoman etik dan standar pemeritaan ramah perempuan, anak dan HAM. Ada 10 (sepuluh) elemen jurnalisme yakni kebenaran, loyalitas, verifikasi, independensi, memantau kekuasaan, forum publik, memikat, proposional dan komprehensif, nurani dan hal warga



Pedoman tentang pornografi dalam pers tertuang dalam Keputusan Dewan Pers nomor: 13/PDP/X/2001. Pada prinsipnya pornografi dan kecabulan tidak masuk kategori pers. Apabila pers sebar informasi kepentingan publik, pornografi dan kecabulan terkait wilayah personal (private) maka bisa terkena pasal 282 KUHP dengan sanksi penjara maksimal 18 bulan.

Menurutnya, prinsip penulisan kejahatan susila ialah dengan hati-hati, empati, bijaksana, untuk melindungi korban dan tetap berperan mendorong penegakan hukum serta mencegah terjadi kejahatan susila tidak mempublis identitas korban, serta hindari pemuatan foto/gambar korban/keluarga, tempat tinggal/kerja walau disamarkan masih berpotensi ungkap identitas korban.

"Pedoman pemberitaan ramah anak maka wartawan tidak menggali informasi dan tidak memberitakan keberadaan anak. Apalagi membuat deskripsi/rekonstruksi peristiwa yang bersifat seksual dam sadistis. Kemudian jangan memilih diksi yang mengundang syahwat," kata Oyos Saroyos dalam sosialisasi partisipasi media dalam Pemberitaan yang responsif gender dan ramah anak di Hotel Horison, Jalan RA Kartini, Bandar Lampung, Kamis 22 Agustus 2019.

Sementara itu Kepala Bidang Data dan Informasi Gender dan Anak, Hermansyah Sasoleh mengatakan pemerintah dan partisipasi masyarakat berperan penting untuk sama-sama menyelesaikan persoalan ini.

"Sosialisasi dan penyuluhan di masyarakat terus kita lakukan. Kita juga punya program Layak Anak dan mengandeng semua pihak untuk melakukan pencegahan," katanya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR