BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polresta Bandar Lampung terus melakukan upaya pencegahan perkara Curat, Curas, Curanmor (C3), guna menenkankan angka Kriminalitas, di Kota Tapis Berseri.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan, pihaknya melakukan analisis evaluasi kamtimbas medio 2018, jika dibandingkan dengan dari Januari hingga medio 2017.
"Kita lakukan analisa dan evaluasi (Anev), apa kendala kita dan yang sudah maksimal dipertahankan," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (24/7/2018), di ruang rapat Mapolresta Bandar Lampung, saat anev kamtibmas.
Murbani juga menginstruksikan jajarannya mulai dari Porlesta hingga Polres untuk melakukan peningkatan oeprasi C3 dan kejahatan jalanan, serta Oeprasi antik Krakatau 2018 yang sedang bergulir.
"Kami tingkatkan hunting Reskrim, pendataan to dan DPO, kita kuatkan daerah perbatasan dengan Polres lain, cegah pemain masuk di Bandar Lampung. Ini juga dalam rangka pengamanan Asian Games XVIII," katanya.
Dari Hasil Anev secara kuantitas sendirir terjadi penurunan angka Kriminalitas sebesar 21%, pada semester Pertama 2018.
"Jambret dan rampok yang turun, kendati masih ada, terus kita tindak. Kemaren juga kami fokus pengamanan Pilkada," katanya.
Meski demikian, pihaknya akan melakukan antisipasi kejahatan jalanan dengan mewajibkan semua Kasat dan Kapolsek menempatkan patroli di lapangan.
Sementara  Kabag Ops Polresta Bandar Lampung Kompol Sarpani memaparkan angka Kriminalitas pada semester awal 2018 1.230, turun 21% dari semester awal 2017 yakni 1.579 secara keseluruhan jumlah tindak pidana pada semester satu 2017 sebanyak 1579 turun pada tahun 2018 semester satu sebanyak 1230. untuk kasus Curas tahun 2017 sebanyak 53, ditahun 2018 menjadi 47 kasus. Lalu Curat 208 ditahun 2017 menjadi 145 pada tahun 2018.
Tidak hanya itu, kasus penipuan dari 208 kasus tahun 2017 menjadi 158 pada tahun 2018. Lalu kasus penipuan dari 209 tahun 2017 menjadi 157 kasus pada tahun 2018.
"Yang mencolok curanmor, dari 204 turun jadi 95, sampe 50% turunnya," kata mantan Kapolsek Telukbetung Selatan itu.
Tetapi pada kasus Narkoba ternyata mengalami peningkatan tindak pidana dari 167 kasus pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 menjadi 219 kasus. Untuk kasus pembunuhan tetap yakni 2017-2018 sama-sama empat kasus.
Kemudian penganiyayan tahun 2017 sebanyak 122 menjadi 110 kasus pada tahun 2018. Dan kasus lain-lain tahun 2018 dari 394 perkara menjadi 295 kasus pada tahun 2018.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR