BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya mengurangi perlintasan kereta api (KA) resmi yang kini berjumlah 58 selain penutupan 62 perlintasan liar yang terdapat di sepanjang enam wilayah, yaitu Lampung Selatan, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Way Kanan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan secara khusus perlintasan liar segera dilakukan penutupan dan perlintasan resmi sepatutnya pula untuk dilakukan pengurangan jumlahnya.
"Pengurangan itu berguna untuk menekan anggaran pemerintah menjadi lebih efisien agar tidak ada lagi biaya perawatan, pengelolaan, dan perawatan. Namun, penutupan itu khususnya untuk masyarakat. Sebab, perlintasan yang tidak dijaga akan membahayakan masyarakat dan sudah banyak memakan korban," kata dia, Rabu (23/8/2017).
Menurutnya, penutupan tersebut dimaksudkan agar pintu perlintasan itu dapat digantikan dengan pembangunan flyover, underpass, ataupun penutupan pintu perlintasan yang dinilai kurang penting. Hal-hal itu akan dilakukan secara bertahap dengan bekerja sama pemda setempat.
"Seyogianya perlintasan itu tiap tahunnya harus berkurang. Dari 58 perlintasan harus berkurang tiap tahunnya. Dalam artian dibuatkan flyover, underpass, atau pintu yang tidak terlalu penting ditutup saja. Kalau sekarang ini kan malah tiap tahun semakin bertambah. Yang resmi saja harus berkurang, apalagi yang liar mesti ditutup," ujarnya.
Ia mengatakan dalam pelaksanaan penutupan perlintasan akan dilakukan secara bertahap tidak sekaligus. Sebab, dimungkinkan adanya penolakan dari masyarakat. Namun, demi kepentingan keselamatan masyarakat, kebijakan tersebut sepatutnya dapat dipahami.
"Penutupan akan dilakukan dengan segera dan dijadwalkan dalam pekan ini telah dimulai pergerakannya dengan menginventarisasi 62 perlintasan liar yang berpotensi terdapat penolakan dari masyarakat sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi guna meredam protes masyarakat," ujarnya.
Kepala PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang Suryawan Putra mengusulkan agar di tiap tahun perlu adanya pengurangan pintu perlintasan KA. "Seperti dari Balai Teknik KA adakan program pembangunan, seperti minimal satu underpass tiap tahun dan Dishub menutup satu perlintasan tiap tahun," kata dia.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR