BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Lampung berupaya mengandeng beberapa pihak, seperti psikolog, dan psikeater untuk membantu memberikan konseling kepada anak yang positif terkena HIV.

Sekretaris IDAI Lampung Rukmi Windi Perdani menuturkan HIV pada anak layaknya seperti fenomena gunung es, dengan yang terlihat hanya bagian permukaan padahal permasalahan di bawahnya masih cukup banyak. Saat ini di Lampung tercatat di Klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) RUSDAM setidaknya terdapat 60-70 anak positif yang berasal dari seluruh kabupaten/kota .



Menurutnya angka tersebut bisa jadi lebih banyak, sebab tidak seluruh penderita HIV anak terdeteksi. Pada dasarnya, jumlah penderita HIV pada anak sama dengan jumlah nasional setiap tahun jumlahnya terus meningkat.

"HIV seperti fenomena gunung es yang dilihat pucuknya di bawah lebih banyak, yang datang ke RSDAM sebagai pusat rujukan jumlahnya pun terus bertambah. Selalu ada yang baru setiap tahun," kata Roro yang juga dokter spesialis anak di RSDAM.

Roro menuturkan jumlah pasien HIV pada anak ada yang tertular baik dari ibu yang positif HIV atau yang baru terdeteksi setelah besar. "Untuk layanan ARV dan terapi pada anak kami fokuskan di RSDAM. Mudah-mudahan harapan kami kedepan ada pelatihan bagi dokter di puskesmas, dan rumah sakit derah seperti di Tulangbawang dan Mesuji mulai mengadakan juga," paparnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR