BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemilih di Provinsi Lampung untuk pemilihan umum (pemilu) 2019 mengalami penurunan sebanyak 35.076 orang. Hal tersebut dilihat dari perbandingan Data Pemilih Tetap (DPT) yang mulanya 5.914.926 orang kemudian setelah dilakukan perbaikan dan dipelonakan menjadi Data Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) sebanyak 5.879.850 orang 

"Dari pencermatan dan verifikasi vaktual mengalami penurunan sebanyak 35.076 orang," kata Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan, Iskardo P Panggar disela Rakor Data Pemilih di Begadang Resto, Jumat (14/9/2018).



Pencermatan data sudah dilakukan oleh KPU termasuk data pemilih hasil rekomendasi Bawaslu Provinsi Lampung sebanyak 54.943 orang yang menjadi pemilih bermasalah diantaranya 389 pemilih yang belum terdaftar, 944 pemilih yang belum KTP Elektronik, 545 pemilih meninggal dunia, 4 orang berubah status TNI/Polri, 2.721 pemilih belum 17 tahun dan belum menikah, 34 pemilih pindah domisili, 221 pemilih NIK dan NKK invalid, 7 pemilih tidak dikenal dan 50.032 pemilih ganda. Ia mengatakan sudah dilakukan pencermatan oleh pihak KPU.

"54 ribu itu kan potensi pemilih bermasalah, maka dari itu kita lakukan pencermatan bersama dan sudah terkoreksi pada saat verifikasi faktual dilapangan," kata Iskardo.

Ia mengatakan semangat penyelenggara pemilu untuk memfasilitasi hak pemilih agar data pemilih semakin akurat. Dalam melakukan pencermatan ferivikasi faktual di lapangan pihaknya melakukan supervisi dan monitoring mengkroscek data yang bermaslah.

"Kita berharap DPT terus dimutakhirkan secara berkala sampai dihari pencoblosan, bukan hanya yang meninggal, pindah, sudah menikah tapi juga termaksud kegandaan," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR