BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Operasi keselamatan Krakatau 2018 yang digelar dari 5-25 Maret 2018 berakhir. Dari hasil operasi simpatik tersebut, jumlah teguran yakni 19.496 meningkat sebanyak 25 persen dari tahun 2017 yakni 15.594, namun sama seperti tahun-tahun sebelumnya pelanggar hanya diberikan teguran, tidak ada sama sekali penindakan berupa tilang.
Dari 12 jajaran Satlantas Polresta/res, Ditlantas Polda Lampung, angka teguran tertinggi ada pada Satlantas Polres Lampung Utara dengan jumlah 3.843, naik 2 persen dari tahun sebelumnya yakni 3.764. pada urutan kedua yakni Ditlantas Polda Lampung dengan jumlah 2.169 naik 184 persen dari tahun 2017 yakni 764. Urutan ketiga diraih oleh Satlantas Polres Mesuji dengan angka 2.093, naik 240 persen dari tahun 2016 yakni 615.
Menanggapi hasil tersebut, Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin mengatakan tingginya angka teguran tersebut, menjelaskan bahwa kurang kesadaran masyarakat dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan etika berkendara. Peneguran didominasi dengan tidak menggunakan helm, dan juga tanpa membawa kelengkapan berkendara seperti STNK dan SIM.
"Jadi ternyata Masyarakat yang belum sepenuhnya sadar peraturan, padahal sosialisasi sudah masif kita lalukan. Selain itu anggota kita juga memang aktif melakukan pemantauan, dan menemukan pengemudi yang melanggar," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (28/3/2018).

Hasil tersebut jadi bahan evaluasi untuk mengetahui karakteristik pengendara tiap daerah, dan jenis pelanggaran. Kemudian beranjak ke operasi lain seperi patuh, hingga zebra, polisi akan meningkatkan kinerja preventif khususnya di Subdit Dikyasa.
"Pembinaan dan kampanye keselamatan berkendara kita tingkatkan," kata mantan Dirlantas Polda NTT itu.
Pihaknya juga akan fokus melakukan analisis evaluasi, untuk mengetahui secara spesifik selama dua tahun terakhir di Lampung Utara.
"Kedepannya Lampung Utara, akan kita kaji spesifik. Tapi kabupaten/kota lain yang meningkat signifikan juga," katanya.



Sementara Kasubdit Dikyasa Di Polda Lampung AKBP Brian Benteng mengatakan, pada operasi tersebut juga berbagai kegiatan preventif telah dilakukan, pengaturan lalulintas sebanyak 16.409, meningkat dari 2017 yakni 12.139, penjagaan sebanyak 3.459 turun dari tahun 2017 3.477, pengawalan sebanyak 266, pada tahun 2017 sebanyak 161, serta kegiatan patroli 9.250 naik dari tahun sebelumnya 6.923. kemudian penyuluhan dan kampanye keselamatan berkendara pada tahun ini 2.666, meningkat dari 2017 sebanyak 2.334.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR