KOTABUMI (Lampost.co)--Terhitung dalam dua tahun terakhir 2015 s/d 2017,  jumlah nelayan tangkap di Kabupaten Lampung Utara diperkirakan turun sekitar 21 persen.  Penurunan ini akibat minimnya hasil tangkapan nelayan.
Kepala Seksi Budi Daya Ikan dan Tangkap, Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara, Yusroni Yati di ruang kerjanya, Jumat (23/2/2018), mengatakan penurunan jumlah nelayan tangkap di Lampung Utara sekitar 21% itu, masih merupakan data perkiraan. Sebab, merujuk data jumlah nelayan tangkap yang dihimpun Diskan  mulai 2015 s/d 2017 sebanyak 327 nelayan di empat lokasi wilayah tangkapan, yakni;  bendungan Way Rarem Kecamatan Abung Pekurun, Bendungan Way Tebabeng Kecamatan Blambangan Pagar, Bendungan Wonomerto Kecamatan Kotabumi Utara dan Aliran Sungai Sindang Sari Kecamatan Kotabumi. Sekitar 21 persennya atau dengan estimasi angka  sekitar 70 nelayan, sudah mencari tambahan penghasilan sebagai petani atau sebagai buruh. Dalam hal ini, mata pencarian utama mereka bukan hanya sebagai nelayan tangkap, tapi sudah ada tambahan penghasilan  untuk mencukupi kehidupan keluarga dari profesi yang lain.
"Dari 327 nelayan yang terdata, diperkirakan sekitar 21 persen nelayan tangkap atau sekitar 70 nelayan sudah mencari tambahan penghasilan dari profesi pekerjaan yang lain baik sebagai petani atau sebagai buruh walaupun, profesi utama mereka sebagai nelayan tidak ditinggalkan. Sedangkan, 257 nelayan sisanya masih setia menggeluti profesi mereka sebagai nelayan tangkap" ujarnya. 
Menyoal penyebab, dia menjawab, alasan utama yang dikemukakan nelayan adalah berkurangnya jumlah tangkapan ikan yang didapat sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan keluarga dan memaksa mereka mencari tambahan penghasilan di luar profesi itu. 
Penyebab anjloknya jumlah tangkapan ikan, kata Yati bisa karena pendangkalan perairan sehingga mempersempit areal penangkapan, bisa juga karena rusaknya ekosistem dengan banyaknya pencemaran air baik karena limbah baik padat maupun cair.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR