KOTABUMI (lampost.co) -- Penyalahgunaan narkoba di Lampung Utara selama 2017 mencapai 116 kasus dengan melibatkan 155 tersangka. Padahal, tahun sebelumnya polisi mencatat hanya 85 kasus penyalahgunaan narkoba dengan 116 tersangka.
Kasat Narkoba Iptu Andre Gustami mengatakan jumlah tindak pidana narkoba selama Januari—Desember 2017 meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Jumlah kasus dan tersangka meningkat. "Untuk kasus pidana narkoba ada kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan tahun 2016, baik jumlah kasus maupun tersangkanya,” kata Andre mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyanan, Kamis (28/12/2017).
Ia menerangkan dari 116 kasus yang terjadi tahun ini, sebagian besar adalah penyalahgunaan sabu-sabu, ganja, serta ekstasi. Para tersangka yang diamankan rata-rata adalah wiraswasta, pegawai negeri sipil, personel Polri, mahasiswa, pelajar, dan wartawan.
”Dengan banyaknya kasus dan tersangka 2017, hal ini membuktikan kasus penyalahgunaan narkoba cukup mengkhawatirkan karena setiap tahunnya terus mengalami peningkatan,” ujarnya.
Selain menangkap tersangka, Polres Lampung Utara juga mengamankan barang bukti berupa ganja sebanyak 903,90 gram, 302,85 gram sabu-sabu, 88 butir ineks, 228 butir Esilgan, serta uang tunai Rp14 juta. Ia menambahkan petugas juga mengamankan barang bukti berupa 5,44 gram tembakau gorila.
Andre juga mengatakan pada 2014 lalu, Polres berhasil menyita barang bukti sebanyak 8 kg ganja kering dan sabu-sabu sebanyak 1,10 ons, serta putau 1 gram.
Ia menilai meningkatnya jumlah kasus maupun tersangka narkoba sepanjang 2017 seiring dengan gencarnya jajaran Polres Lampung Utara melakukan penindakan terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang di masyarakat. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR