KALIANDA (Lampost.co) -- Angka kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Selatan turun sejak dua tahun terakhir.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan Kristi Endarwati mendampingi Kepala Dinkes Lamsel Jimmy Baggas Hutapea, Minggu (21/10/2018).



Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan sepanjang tahun 2018 ini, tercatat kasus DBD yang ditemukan sebanyak 136 kasus.

Menurut Kristi Endrawati, terhitung sejak Januari-September 2018 kasus pemyakit DBD ditemukan ada sebanyak 136 kasus. Sementara,  untuk kasus temuan DBD pada tahun 2017 untuk priode bulan yang sama, tercatat sebanyak 174 kasus.

"Sejak dua-tiga tahun terakhir, kasus DBD sudah mengalami tren penurunan yang cukup signifikan,"katanya.

Dia menjelaskan, daerah yang paling tinggi tercatat ditemukan penderita/menerima laporan kasus DBD yakni Kecamatan Natar. Sedangkan, daerah yang penyebaran DBD terendah yakni Merbau Mataram dan Tanjungsari.

"Artinya, di daerah lain ada tapi tidak terlalu banyak. Oleh sebab itu, kita terus berupaya menekan angka kasus DBD tersebut,"jelas dia.

Kristi menambahkan, tren waktu penyebaran tertinggi terjadi disekitaran Desember-Febuari. Hal itu berpengaruh pada kondisi cuaca.

"Biasanya tinggi-tingginya di priode itu, sebenarnya ini tidak bisa diprediksi tergantung kondisi cuaca,"tambahnya.

Dia mengungkapkan, pihak Dinkes Lampung Selatan pun mengimbau masyarakat untuk terus menggiatkan program Menguras, Menutup Menimbun dan lakukan krativitas sebagai daya upaya pencegahan penyakit DBD (3M plus) Sebab,  kini tengah memasuki musim pancaroba yang dimungkinkan dapat menimbulkan penyakit DBD.

"Tapi, yang penting adalah kesadaran masyarakatnya lakukan 3M plus dan giatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar terhindar dari berbagai penyakit," ungkapnya. 


 

loading...

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR