KOTABUMI (Lampost.co)--Merujuk laporan Puskesmas selama Juli hingga Agustus 2018, telah terjadi 12 kasus gigitan anjing liar di Kecamatan Bukitkemuning, Lampung Utara. 

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Lampung Utara, M. Yusuf, di ruang kerjanya, Selasa (7/8/2018), mengatakan merujuk laporan pihak puskesmas, telah terjadi 12 kasus gigitan hewan tersangka rabies (GHTR) di Kecamatan Bukitkemuning dengan rincian, Juli 2018 terjadi 5 kasus gigitan anjing liar dan Agustus 2018 7 kasus.



Merujuk hasil Labotarium Balai Veteriner Provinsi Lampung, berdasarkan pemeriksaan kepala anjing liar yang menggigit warga Bukitkemuning yang dikirim, telah terjadi kerusakan otak pada anjing liar disebabkan virus neurotropik dari ss RNA virus; genus Lyssavirus; famili Rhabdoviridae  yang menyerang sistem syaraf pusat hewan berdarah panas yang menyebabkan anjing tersebut menjadi agresif atau dalam hal ini, anjing itu positif terinfeksi virus rabies.

"Virus rabies merupakan salah satu penyakit berbahaya yang ditularkan hewan pembawa rabies (HPR) dari air liur melalui gigitan. Merujuk hasil pemeriksaan Labotarium Balai Veteriner Propinsi Lampung pada kepala anjing liar yang menggigit warga, telah terjadi kerusakan pada jaringan otak pada anjing liar itu atau dalam hal ini, anjing liar yang menggigit 12 warga di Kecamatan Bukitkemuning positif terinfeksi virus rabies" ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR