JAKARTA (Lampost.co) -- Keberhasilan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara dunia bulu tangkis diapresiasi pemerintah. Ahsan/Hendra diguyur bonus Rp240 juta oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) setibanya dari Basel, Swiss, Rabu 28 Agustus.
 
Pasangan yang dijuluki The Daddies tersebut masing-masing menerima bonus sesuai nominal di atas. Sedangkan duet Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang meraih perunggu, masing-masing menerima Rp48 juta.
 
"Terima kasih bulu tangkis yang tak hentinya memberikan kado terbaik buat Ibu Pertiwi. Jangan lihat nominal, tapi kesungguuhan pemerintah dari penghargaan yang kami berikan sekitar Rp3,540 miliar," kata Menpora Imam Nahrawi. 


Tak hanya ketiga pasangan di atas, Kemenpora juga memberikan bonus kepada tim pelatih. Serta tim para bulu tangkis yang juga tampil di Kejuaraan Dunia 2019.
 
Di antaranya para peraih emas, yakni Deva Anrimusthi (tunggal putra SU5), Leani Ratri Oktila (tunggal putri SL4), Hary Susanto/Leani Ratri (ganda campuran SL3-4 dan SU5), dan Dheva Anrimusthi/Prawinanegara Hafiz B. (ganda putra SU5).
 
Peraih perak Suryo Nugroho (tunggal putra SU5), dan ganda putri Leani R/Khalimatus Sukohandoko (ganda campuran SL3-4-SU5). Serta peraih perunggu yakni Fredy S (tunggal putra SL4), Khalimatus (tunggal putri SL4), Ukun Rukaendi (tunggal putra SL3), dan Ukun R/Hary S ( ganda putra kategori SL3-4).
 
"Apapun hasil yang diraih, Indonesia bangga atas perjuangan para patriot olahraga ini. Semoga di Olimpiade, Indonesia melalui bulu tangkis bisa mempersembahkan medali emas lagi," tutup Menpora.
 
Sementara, Ahsan/Hendra mengapresiasi bonus yang telah diberikan Kemenpora. Ganda putra Indonesia itu berharap bisa terus memberikan prestasi gemilang bagi Indonesia di ajang lainnya.
 
"Terima kasih Pak Menpora atas hadiahnya. Semoga dari bulu tangkis bisa terus memberikan prestasi bagi Indonesia," kata Hendra.
 
"Terima kasih juga untuk Pak Imam. Tahun depan masih ada Olimpiade, semoga masih bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia," timpal Ahsan.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR