BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Anak-anak muda kaum milenial saat ini tak lepas dari smartphone atau telepon pintar di kesehariannya. Informasi dari media sosial dan aplikasi pesan dalam jaringan diperangkat gadget yang digunakan setiap saatpun tak jarang mengandung pesan-pesan provokatif dan menyebarkan berita bohong atau hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan serta tidak diketahui sumbernya.

Menanggapi hal tersebut, Permata Dinda Rahayu Utami mahasiswi peraih peringkat pertama pada ajang The 23rdALSA National English Competition kategori Newscaster, pada 4-9 April 2019 di Universitas Indonesia dengan tema “Enhance your Knowledge, Step Up to the Challenge” angkat bicara. Ia berpendapat bahwa anak-anak muda harus lebih cerdas saat menerima suatu informasi. 



"Agar tidak tekena hoaks maka sebaiknya tabayun terlebih dahulu dengan mencari dan membaca berbagai literasi serta sumber yang jelas," katanya kepada Lampost.co, Rabu (24/4/2019).

Perempuan yang tinggal di Jalan Pulau Batam IV Nomor 21 Way Halim Bandar Lampung ini mengatakan apabila mendapatkan berita dari media sosial jangan terlalu cepat dan gampang percaya. Pemberitaan yang sumbernya tidak jelas harus disaring terlebih dahulu benar atau salah. Saat ini semua orang atau nitizen atau warganet terlalu gampang percaya dengan berita bohong karena males untuk mencari informasi secara detail.

"Para nitezen juga seharusnya secara bijak menggunakan media sosial. Hati-hati menggunakan jempol dan membaca atau melihat video yang dishare secara terpotong-potong," kata Mahasiswa Pogram Studi Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.

Kemudian kelahiran Bandar Lampung, 10 November 1999 yang berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia seperti UI, UNDIP, ITB, UNPAT, BINUS dan sebagainya ini mengajak anak muda untuk memanfaatkan media sosial dengan cara yang bijak dan baik. Ia mengatakan jangan gampang terhasut dengan conten negatif yang malah memecah belah keutuhan bangsa dan negara.

"Kita hidup bukan dari dunia maya saja. Maka kita harus peduli dengan kehidupan nyata disekitar kita. Gunakan media sosial secara bijak," kata mahaiswi yang aktif di Economics English Club (EEC) FEB UNILA ini.

Ia juga mengatakan banyak pengalaman yang didapat dalam The 23rdALSA National English Competition kemarin. ALSA National English Competition merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Indonesia. Kegiatan ini merupakan kompetisi berbahasa inggris antar mahasiswa tingkat Nasional yang terdiri dari berbagai tangkai perlombaan diantaranya, Paper Presentation, Newscasting, Speech, Storytelling dan Debate.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR