BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Aksi penyamaran polisi sebagai pembeli sepeda motor curian lewat media sosial Fecabook, berhasil membekuk terduga Feb (24). Bapak satu anak ini dihadiahi timah panas karena berusaha melarikan diri saat diringkus di wilayah Panjang, Minggu (21/1) malam.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal saat petugas mencurigai sebuah akun media sosial yang menawarkan sepeda motor dengan harga murah. "Hasil penyelidikan ada satu kelompok pelaku kejahatan yang biasa menjual sepeda motor hasil curian di facebook," kata Harto kepada Lampost.co.

Berbekal hasil penyelidikan, petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli. Setelah berkomunikasi lewat medsos tersebut akhirnya sepakat melakukan transaksi di wilayah Panjang. "Saat transaksi itu kami lakukan penangkapan. Dua orang berhasil kami tangkap, sedangkan dua orang lainnya melarikan diri," kata dia.
Pelaku yang berhasil ditangkap adalah Feb (24) warga Panjang, Bandar Lampung. Sopir travel Bandar Lampung-Bakauheni ini ditembak karena berusaha melarikan diri. Sedangkan satu pelaku lainnya yakni Riy (18). Dua orang yang melarikan diri adalah ED dan TK, masih dalam pengejaran petugas. "Feb adalah eksekutor, sedangkan Riyanto adalah yang memasarkan lewat facebook," kata Harto.
Sementara itu Feb mengaku sudah 10 kali beraksi di Bandar Lampung. Dia mencari sasaran sepeda motor yang diparkir di depan kos dan pekarangan rumah yang jauh dari pantauan pemiliknya. Dia merusak kunci kontak motor menggunakan letter T. "Baru empat bulan terakhir," kata Feb dihadapan petugas dan sejumlah wartawan di Polresta, Senin (22/1/2018).
Sementara itu, Riyanto mengaku dalam komplotam ini dirinya bertugas memasarkan motor hasil curian melalui media sosial facebook. Gan ada motor kosongan nih, maharin aja dua ribu (Rp2 juta)," kata Riyanto mengungkapkan kata-kata yang biasa ia gunakan untuk caption di sepeda motor yang ia posting.
Dia mengaku hanya mendapat upah Rp100 ribu--Rp200 ribu untuk satu motor yang berhasil dijual. "Saya cuma masarin aja. Kalau yang COD bukan saya," kata dia.
Polisi menyita satu unit sepeda motor, satu set kunci letter T, dan satu unit ponsel. Para tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR