BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Nurhayati Alias Nur Pirang (50) Warga Kampung Rawa Laut, Kelurahan Panjang, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, didakwa melakukan tindak pidana melakukan perdagangan orang berdasarkan pasal (2) Ayat (2) Jo Pasal 17 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan pidana perdagangan orang Jo pasal  55 ayat (1) Ke-1 KUHP atau pidana dalam pasal 83 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Jaksa Penuntut Umum, Desi Andriani Putri dalam surat dakwaanya mengatakan, Perbuatan terdakwa dilakukan pada bulan Februari 2018, dimana saat itu korban VT (15) tengah berada di kafe milik terdakwa dan bertemu dengan Yati Oktavia (DPO) lalu Yati membujuk korban untuk bertemu dengan terdakwa selanjutnya menemani tamu untuk karoke diklcafe milik terdakwa.



Selanjutnya korban pergi ke rumahnya tidak lama setelah itu Yati Oktvia menjemput korban di rumah tersebut dan dibawa ke cafe tersebut untuk terdakwa bersama seorang laki laki.

"Terdakwa mengatakan jika korban bersedia menemani laki-laki yang sudah berada di kafe tersebut akan mendapat imbalan Rp300 Ribu, korban selanjutnya disuruh masuk kedalam kamar melayani tamu, setelah melayani tamu uang Rp300 ribu diminta oleh terdakwa Rp50 ribu sebagai uang kamar, kemudian Yati Oktavia juga meminta Rp50 Ribu sebagai uang penyalur," kata jaksa.

Pada bulan yang sama korban kembali melayani laki laki hidung belang di kafe milik terdakwa atas perintah Yati Oktavia dengan imbalan Rp300 ribu, pada bulan berikutnya korban kembali disuruh melayani tamu di cafe milik terdakwa dengan iming-iming Rp500 ribu.

"Setiap pembayaran dari laki-laki hidung belang terdakwa dan Yati Oktavia selau meminta jatah dengan alasan uang penyalur dan sewa kamar kepada terdakwa," kata jaksa.

Selain korban YT, terdakw Yati Oktavia juga menjual gadis belia berinisial DP (14) saat itu korban DP yang merupakan adik tiri dari korban sebelumnya duduk didepan cafe milik terdakwa lalu korban disuruh masuk kedalam cafe melayani tamu dengan iming-iming uang ratusan ribu.

Korban kata jaksa sempat menolak permintaan dari Yati Oktavia, namun setelah dibujuk dan diberi uang Rp500 ribu korban pun terpaksa melayani tamu di kafe milik terdakwa. "Setelah melayani tamu uang yang diberikan laki-laki hidung belang itu diminta lagi oleh terdakwa dan Yati Oktavia sebagai uang penyalur dan uang kamar sebesar Rp150 ribu," ujarnya.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa kembali terulang hingga beberapa kali terhadap korban, hingga akhirnya korban pun hamil. Kehamilan korban diketahui oleh orang tuanya dan melaporkan terdakwa keaparat kepolisan.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR