BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ismail (29) warga Hanura, Padang Cermin Pesawaran, harus menuntaskan aksinya menjadi pelaku jambret lantaran dibekuk tim khusus anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung bersama Unit Reskrim Polsek Tanjungkarang Timur.

Pemuda pengangguran tersebut, dibekuk di kediamannya, Rabu (16/5/2018) malam, atas pengembangan perkara jambret, dan sejumlah laporan kejadian di sekitsr wilayah Polsek Tanjungkarang Timur (TkT).

Ismail mengaku sudah 11 kali beraksi di wilayah yang berbeda. Seperti di Jalan Pangeran Antasari, jalan Teuku Umar, jalan Sultang Agung, hingga di daerah Padang Cermin. Dalam beraksi, Ismail berperan sebagai pengedara sedangkan rekannya yang kini jadi DPO menjadi eksekutor. Korban mereka didominasi oleh wanita.



"Saya yang bawa motor, kawan saya yang narik tas, atau HP yang ada di dashboard. Kalau tasnya enggak diselempang dan agak susah, jarang kami mau ambil," ujar Ismail di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (17/5/2018)

Hasil jarahannya terutama Smartphone langsung ia jual ke orang secara langsung dengan sistem Cash ond Delivery (COD). Konsumen atau penadah mereka, juga kadang langsung memesan hp yang mereka inginkan. Sementara hasil jarahan seperi uang atau perhiasan langsung mereka ambil, dan benda jarahan seperi tas korban disimpannya. Sedangkan surat-surat, termasuk ATM kadang ada yang disimpan, dan ada yang dibuang.

"Jadi ketemuan, dan tergantung merk HP, bisa laku Rp500 ribu sampai Rp800 ribu. Kalau uangnya langsung kami bagi," katanya.

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, pelaku beraksi dengan modus hunting, mencari jalur panjang dan sepi, dengan jam beraksi pagi hari yakni pukul 04.00-06.00, dan malam hari pukul 18.00-22.00.

"Jadi dipantau, kemudian diikuti baru ditarik tasnya, kalau melawan enggak segan-segan pelaku diancam sampai diintimidasi," katanya.

Harto mengatakan, bagi para warga yang pernah merasa menjadi korban jambret, silahkan menghubungi Polresta Bandar Lampung. Beberapa barang hasil jarahannya seperti. Identitas, kartu-kartu penting hingga tas, juga diamanka dari pelaku.

"Segera lapor ke kita," katanya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR