BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia provinsi Lampung berupaya menekan laju inflasi di Ramadan ini dengan menggelar pasar murah. Kegiatan rutin tahunan itu kali ini menyiapkan sebanyak 2.000 paket sembako yang ditebus dengan harga yang sangat terjangkau.

Kegiatan yang dihadiri seluruh pimpinan anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) itu secara singkat langsung di serbu masyarakat. Paket sembako tersebut masyarakat menfapatkan lima kilogram beras, satu liter minyak goreng dan satu kg gula pasir hanya dengan harga Rp25 ribu dari harga normal Rp81 ribu.



Kepala KPw BI Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan menjelaskan pasar murah Ramadan ini salah satu bentuk dalam menekan inflasi di periode Ramadan khususnya menjelang Idulfitri. Dalam kegiatan 2019 ini, pihaknya menyiapkan 2.000 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat Bandar Lampung. "Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya membagikan 1.500 paket. Peningkatan ini memang ingin menjangkau masyarakat yang lebih luas. Walaupun belum sepenuhnya membantu masyarakat, tetapi mudah-mudahan bisa sedikit membantu masyarakat," kata Budi di sela-sela pasar murah di halamam parkir KPw BI, Kamis (23/5/2019).

Dia melanjutkan, pendistribusian paket sembako tersebut turut bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mempunyai masyarakat binaan. "Kami meyakini masyarakat binaan ACT ini memang benar-benar membutuhkan bantuan. Sehingga, penyaluran bantuan pun tepat sasaran," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut sebagai simbolis bagi seluruh anggota BMPD. Namun, dalam menekan inflasi tersebut, pihaknya turut bekerja bersama pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten/kota. Total sepanjang Ramadan hingga menjelang Idulfitri mendatang akan digelar sekitar di 178 titik pasar murah.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR