BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses dalang kejahatan lingkungan, khususnya pembalakan liar di register 22 Way Waya yang baru-baru ini terjadi. JPIK berencana membawa persoalan tersebut ke Polda Lampung dan Satgas Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jika ada indikasi kasus pembalakan liar tersebut tidak tuntas.

Focal Point JPIK sekaligus Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati, melalui rilis resmi yang diterima Lampost.co, Senin (12/3/2018) mengatakan kasus pembalakan liar di register 22 Way Waya menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah dan aparat terkait.



Menurut Febrilia, tak boleh ada ampun untuk pelaku kejahatan lingkungan semacam pembalakan liar. JPIK akan menggunakan semua potensi yang dimilikinya untuk membawa kasus pembalakan liar di register 22 Way Waya ke Polda Lampung dan Kementrian LHK jika ada upaya menghentikan penyidikan dari pihak manapun.

"Jangan sampai penegakan hukum pada kasus yang sudah jelas ada bukti dan nama-nama pelaku berhenti begitu saja. Akan kami bawa ke Polda dan Kementrian LHK kalau diperlukan," kata dia.

Dia menambahkan, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung melalui KPH di wilayah tersebut harus lebih meningkatkan intesitas patroli pengawasan kawasan. "Kita semua juga harus berperan aktif untuk mengawasi para pelaku kejahatan lingkungan (pembalak). Awasi, lapor, dan hukum. Dan mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus pembalakan liar yang terjadi di seluruh wilayah Provinsi Lampung," kata dia.

Hingga saat ini terduga dalang pembalakan liar di register 22 Way Waya belum juga tertangkap oleh Satreskrim Polres Lampung Tengah yang menangani kasus tersebut.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR