Jakarta (Lampost.co) -- Peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 dibantah mentah-mentah. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, Prabowo tak mungkin berpasangan dengan Jokowi.

Alasannya, Jokowi dan Prabowo memiliki ideologi yang sangat berbeda. Menurutnya, menggabungkan kedua pemikiran tidak semudah menggabungkan dua barang.

"Terdapat perbedaan yang signifikan antara ideologi keduanya. Misalnya yang satu mendukung reklamasi yang satu tidak," kata Ferry di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Maret 2018.

Ia menyampaikan, menggabungkan nilai-nilai yang dianut Jokowi dan Prabowo juga tidak semudah yang disimulasikan para lembaga survei. Gerindra masih solid mendorong Prabowo kembali bertarung sebagai capres. "Menurut saya kemungkinan Jokowi dan Prabowo hampir bisa dipastikan tidak mungkin," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Fadli Zon menilai sangat kecil kemungkinannya Prabowo Subianto bersanding dengan Jokowi.  "Saya kira kalau bagi Gerindra kita akan solid akan mendukung Prabowo menjadi calon presiden," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 26 Februari 2018.

Keputusan mencalonkan kembali Prabowo Subianto sudah tidak bisa ditawar kembali. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah resmi dideklarasikan oleh partai pengusung utamanya, PDI Perjuangan. "Ya, jadi calon presidenlah (harga mati)," tegas Prabowo. 

Menurut dia, kembalinya Prabowo ke Pilpres 2019 bisa menjadi opsi pilihan rakyat. Duet Jokowi-Prabowo dikhawatirkan memunculkan oligarki politik yang mengkerdilkan proses demokrasi.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR