KEBERADAAN jembatan timbang sejatinya untuk menjaga infrastruktur jalan dari maraknya kendaraan dengan muatan berlebih. Tetapi, kenyataannya jembatan timbang banyak disalahgunakan sejumlah oknum sebagai ajang pungutan liar (pungli).

Alhasil, jalan tetap hancur dan pungli terus berjalan. Operasional  jembatan timbang pun sempat dihentikan sejak dua tahun terakhir. Idealnya jembatan timbang tetap dioperasikan karena faktanya banyak kendaraan bermuatan besar melintasi jalan nasional. Terutama kendaraan dengan tonase berlebih yang akan menyebabkan konstruksi jalan cepat rusak. Kondisi jalan rusak pun akhirnya menjadi sumber petaka bagi pengguna jalan karena memicu kecelakaan. 



Sejak awal 2017 seluruh operasional jembatan timbang dan terminal tipe A menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan. Sedikitnya 25 jembatan timbang di Tanah Air akan dibuka kembali, dan salah satunya di Way Urang, Penengahan, Lampung Selatan.

Dibukanya kembali operasional jembatan timbang ini menjadi salah satu upaya menekan pelanggaran muatan berlebih maupun dimensi berlebih dalam penyelenggaraan angkutan barang. Dengan begitu, infrastruktur jalan lebih tahan lama. Lebih penting lagi keselamatan pengguna jalan juga akan terjaga.

Jika menilik data Kemenhub, saat ini ada 141 jembatan timbang se-Indonesia yang dinilai mubazir. Ke depan hanya akan difokuskan pada 25 jembatan timbang di beberapa titik, sembilan di antaranya menjadi pilot project sehingga diharapkan pelayanan dapat berjalan optimal.

Di Lampung ada empat jembatan timbang yang pernah beroperasi. Namun, sejak diambil alih pusat, baru jembatan timbang di Way Urang yang akan dibuka kembali pada akhir 2018. Segenap masyarakat Lampung, terutama di Lampung Selatan, tentu menyambut baik rencana ini.

Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung menyebut jembatan timbang Way Urang merupakan jalur masuk kendaraan ke Sumatera. Tujuannya agar kendaraan yang melintas bisa terukur guna mengantisipasi kerusakan jalan nasional.

Pemerintah Provinsi Lampung pun menyambut baik operasionalisasi jembatan timbang Way Urang sekaligus berharap tiga jembatan lainnya kelak juga berlaku sama. Kebijakan ini diprediksi dapat mengatasi kerusakan jalan yang setiap tahun menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Tekad Kemenhub membuka kembali jembatan timbang bukan perkara mudah. Sebab, sebaik apa pun sistem dibangun, jika tanpa pengawasan ketat dan kesadaran petugas lapangan, penyimpangan akan selalu terjadi. Anggapan umum bahwa jembatan timbang identik dengan pungli pun akan terus melekat.

Harus ada tindakan tegas terhadap petugas yang terbukti curang. Jangan hanya sanksi administratif, tetapi juga sanksi pidana untuk memberi efek jera. Demikian juga kendaraan yang melanggar mesti ada sanksi pencabutan izin operasional. Bukan sekadar diberi surat tilang atau membayar denda. Kita berharap jembatan timbang Way Urang yang beroperasi akhir tahun ini menjadi percontohan sebagai jembatan timbang bebas pungli.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR