PANARAGAN (Lampost.co) -- Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad tetap mempertahankan jembatan gantung di Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Gunungkatun Malai, Tulangbawang Udik menjadi ikon pendukung wisata alam di kedua tiyuh setempat.

Untuk mempertahankan ikon tersebut, Pemkab melalui Dinas PUPR setempat menganggarkan perbaikan dan pemeliharaan kontruksi agar jembatan tetap kuat dan layak dilalui untuk menuju sejumlah spot wisata yang akan dikembangkan menjadi lokasi wisata baru di Tubaba.



"Jembatan gantung ini harus tetap dipertahakan. Ini salah satu ikon untuk mendukung pengembangan wisata alam di kedua tiyuh ini," ujar Bupati, baru-baru ini. 

Bupati mengaku jembatan yang membentang dialiran Waykiri tersebut menjadi ciri khas tersendiri yang tak dimiliki tiyuh lain di wilayah setempat. Jembatan gantung tersebut akan diperbaiki agar terlihat indah dan kuat yang terkesan menyatu dengan alam. "Kalau jembatan ini kita ganti dengan jembatan beton permanen, maka kesan alamnya akan hilang. Untuk jembatan pendukung sudah dibangun di tiyuh karta khusus untuk dilalui kendaraan roda empat,"kata dia.

Sementara itu, masyarakat tiyuh gunungkatun tanjungan dan malai menyambut baik perbaikan jembatan tersebut. Bahkan, masyarakat ikut bergotong royong membantu tim ekspedisi 1.000 jembatan gantung Lampung untuk Indonesia yang diturunkan Dinas PUPR untuk melakukan pemugaran ikon wisata tersebut. "Ya, mulai hari ini (25 Agustus 2019) tim pekerja sudah mulai melakukan perbaikan. Masyarakat juga ikut membantu bergotong royong bersama tim dinas PUPR," ujar Kepala Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Qodri Azani, Minggu, 25 Agustus 2019.

Qodri mengaku jembatan tersebut akan dilakukan pemugaran secara menyeluruh. Pemugaran dilakukan mulai dari lantai jembatan, tian pancang dan seling gantung. "Kalau ada kontruksi yang dinilai tidak layak maka akan diganti. Khusus untuk lantai jembatan akan diganti total, kemungkinan makai lantai besi," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR