KALIANDA (Lampost.co) -- Dilanda hujan deras semalaman, pada Kamis (10/5/2018), sebuah jembatan di Kampung Warga Eksodan Aceh, Dusun 4, Gunungtaman, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan ambrol.

Akibatnya aktivitas warga Eksodan Aceh yang berada di Dusun 4 dan Dusun 7 terhambat. Mereka terpaksa menempuh perjalanan 10 km untuk menuju pusat desa, sekolah ataupun pusat keramaian.



Tidak hanya itu, warga dari dusun lain yang mempunyai lahan pertanian di dua dusun tersebut tidak bisa melakukan pekerjaannya. “Saya terpaksa menunda mupuk jagung karena akses utama untuk menuju ke ladang terputus. Saya baru tahu tadi pagi kalau jembatan di Dusun 4 Gunungtaman itu ambrol akibat hujan,” kata Made Erik, warga Dusun 8 Damar kraton, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, kepada Lampost.co, Kamis (10/5/2018).

Menurut dia, ambrolnya jembatan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga dari dusun lain ataupun warga luar desa. Namun, sangat dirasakan oleh warga yang berada di Gunungtaman tersebut.

“Tidak hanya menghambat aktivitas warga dari luar Dusun. Jembatan ambrol itu sudah pasti sangat menghambat aktivitas warga trans Aceh tersebut, terutama anak sekolah. Mereka harus berjalan jauh dengan memutari gunung untuk sampai ke sekolah,” ujar Erik.

Kepala Desa Legundi Armawi mengatakan akan bertindak cepat untuk mencarikan solusi, agar aktivitas warga disana tidak terganggu.

Menurut dia, pihaknya akan menerjunkan warga untuk bergotong royong membangun jembatan darurat menggantikan jembatan yang dibangun oleh Dinas Transmigrasi Provinsi Lampung pada tahun 2001. “Kami akan gotong royong membuat jembatan darurat dari batang kelapa atau sejenisnya, agar aktivitas warga tidak lumpuh total. Setidaknya jembatan darurat itu bisa dilalui pejalan kaki, sepeda atau kendaraan roda dua,” ujar Armawi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR