MEKKAH (Lampost.co) -- Jemaah calon haji tanah air sejak pagi pukul 08.00 waktu arab saudi (was)  mulai diberangkatkan ke Padang Arafah  kemudian menginap semalam dan melaksanakan Wukuf Sabtu (10/8/2019).

Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Lampung Seraden Nihan mengatakan  keberangkatan dimulai pukul 08.00 Was hingga menjelang magrib. Ada pengaturan angkutan Calhaj dari berbagai Negara.



”Besok kan puncak hajinya melakanakan wukuf, jadi hari ini seluruh Jemaah haji kita diangkut ke Padang Arafah. Besok setelah sholat zuhur, khutbah zuhur langsung pelaksanaan wukufnya sampai magrib,” sambung Seraden.

Seraden mengatakan sesampainya di Padang Arafah jemaah akan menempati tenda-tenda yang telah dipersiapkan dengan jarak tenda dan lokasi wukuf tidak terlalu jauh.

Seraden mengatakan sampai saat ini kondisi Calhaj  dalam kondsi baik. ” Alhamdulilah kondisi baik, karena kami belum ada informasi lagi soal kondisi jemaah jika ada yang sakit atau lain halnya. Kami berharap semoga tetap baik-baik saja,” tambahnya.

Sementara Kasubag Humas Kanwil Agama Lampung Istutiningsih mengatakan bahwa,  jemaah   diberangkatkan dari hotel menuju arafah telah disiapkan sebanyak 7 bus untuk 1 maktab, dan satu maktab terdiri dari 7 kloter. Untuk kloter 26 JKG terdiri dari Lampung,  Padang, dan Palembang dengan menggunakan sistem taradudi.

"  Alhamdulillah untuk Lampung urutan pertama , dan memuat dua rombongan ada sekitar 65 jemaah," kata Tuti

Menurutnya   jarak dari  hotel  menuju padang Arafah sekitar 26-30 km.  Kemudian jadual melempar jumrah untuk jemaah haji asal Indonesia pada 10 Dzulhijjah tengah malam atau sekitar pukul 23.00 Was.

"Ketika jemaah sudah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan lewat tengah malam menuju Mina, pada saat itulah jemaah  akan mulai melakukan lempar jumrah aqobah." jelasnya.

Tuti menambahkan sebelum pelaksanaan wukuf di arafah jemaah terus diberikan edukasi tentang kesehatan,  salah satunya pengetahuan tentang  bagaimana menghadapi suhu panas,  sebelum keberangkatan tim medis juga telah melakukan visitasi untuk memastikan sejauh mana kondisi kesehatan jemaah.

" Di  musdalifah pemondokanya disiapkan ambal dan tenda ber AC, semua untuk kepentingan para jemaah. Kemudian kami juga terus melakukan pembinaan setiap saat tidak hanya di tanah air,  tapi juga pada saat sudah di mekkah," tutupnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR