KRUI (Lampost.co) -- Hingga saat ini telah ada tujuh nama anggota DPRD Pesisir Barat yang mengundurkan diri karena pindah partai dan diberhentikan partainya dari keanggotaan di lembaga legislatif.

Kabag Risalah dan Persidangan Sekretariat DPRD Pesisir Barat, Ismail, kepada Lampost.co, Rabu (8/8/20) ditemui di kantornya, mengatakan PP Nomor 12 Tahun 2018, tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD provinsi dan kabupaten/kota, terkait pemilihan legislatif tahun 2019, tentang caleg yang pindah partai, maka diwajibkan mundur dari keanggotaannya di DPRD jelang pileg 2019, konstelasi politik di kabupaten Pesisir Barat terus berjalan.



"Untuk kategori mengundurkan diri yaitu Supardalena dan Juliansyah (Golkar),  Winda Yuhanis (PDIP),  dan Jumiati (PKPI).  Sedangkan yang diberhentikan partai yaitu I Gusti Kadek Artawan (Gerindra),  Imron Sumaryadi (Demokrat) sebab beliau wafat, dan yang baru kami terima kemarin, Selasa (7/8) suratnya dari partai yaitu Holan sudirman (PBB),"ungkap Ismail.

Dua nama yaitu I Gusti Kadek Artawan dan Imron Sumaryadi, pihaknya telah mengirim surat ke KPU, tentang siapa nama-nama pengganti mereka. Sedangkan untuk nama-nama lainnya,  pihaknya masih menunggu instruksi dari pimpinan DPRD. 

"Walaupun sudah ada nama-nama pengganti dari partai masing masing, namun, DPRD enggak bisa memutuskan sendiri, KPU yang lebih mengetahui.  Juga untuk nama Winda Yuhanis,  tentang pengunduran dirinya kami sendiri tidak mengetahui, tidak ada pemberitahuan atau registrasinya di kami," kata Ismail.

Berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2018 Pasal 112 Ayat 3, kata dia,  jika masa keanggotaan seorang anggota dewan di DPRD kurang dari enam bulan lagi,  maka tidak wajib untuk dilakukan pergantian atau kursi yang ditinggal boleh tidak di isi oleh nama lain penggantinya alias dapat dibiarkan kosong.

"Resmi berhentinya seorang anggota dewan kabupaten/kota yaitu dengan diterbitkannnya surat keputusan gubernur atas nama Mendagri.  Dengan keluarnya surat itu maka anggota dewan tidak lagi mendapat gaji dari negara," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR