KOTABUMI (Lampost.co)--Menjelang panen raya padi di beberapa wilayah, Dinas Pertanian Lampung Utara, mengimbau petani kabupaten setempat mewaspadai serangan hama tikus yang dimungkinkan dapat mengakibatkan gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Lampung Utara, Sofyan, saat dihubungi via telepon, Selasa (13/2/2018), mengatakan kewaspadaan dini serangan hama tikus dilakukan karena saat panen padi merupakan masa saat yang rentan terjadinya serangan yang dampaknya dapat  berakibat fatal seperti terjadinya gagal panen. 
"Saat panen raya, petani mesti lebih mewaspadai meningkatnya intensitas serangan hama, khususnya tikus" ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Lampung Utara, Sugiman, di ruang kerjanya menuturkan merujuk data sekitar 1.774 hektare (ha) areal lahan sawah yang di tanam pada musim tanam (MT) Rendeng (Oktober s/d Maret) 2017 dengan memanfaatkan saluran irigasi teknis telah masuk panen raya secara bertahap.
"Diperkirakan sekitar 45 persen s/d 55 persen areal padi dari 1774 ha telah masuk usai panen dan diperkirakan puncak panen akan terjadi mulai pertengahan Maret s/d April 2018" kata Sugiman. 



Menyoal terjadinya serangan hama tikus, dia mengaku belum ada laporan dari petani. Namun, petani mesti bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan di lokasi areal persawahan yang telah masuk musim panen. Selain itu, melakukan pengasapan ataupun gropyokan di sarang-sarang tikus dan tak kalah penting, petani pada MT gadu ke depan, petani melakukan penanaman serentak untuk memperkecil dampak serangan.

PENULIS

Yudhi Hardianto

TAGS


KOMENTAR