KALIANDA (Lampost.co) -- Harga jagung terus merangkak naik menjelang musim tanam jagung di sejumlah kecamatan bagian timur Kabupaten Lampung Selatan. Bahkan, sepekan terakhir ini harga jagung dua kali mengalami kenaikan.

“Sepekan ini harga jagung mengalami kenaikan 2 kali. Pertama dari Rp3.025 menjadi Rp3.100 per kilo. Dan kini naik lagi menjadi Rp3.150 per kilo,” kata Mulyono (43) salah seorang petani yang sedang menanam jagung di lahan pertaniannya, Jalan Raya Jaka Utama, Dusun Trans Cilacap, Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lamsel, Kamis (12/4/2018).



Namun, kata dia, kenaikan harga tersebut tidak dinikmati petani. Pasalnya, saat harga merangkak naik musim panen telah usai. “Sayangnya kenaikan harga jagung tidak saat panen raya. Sehingga kami tidak menikmatinya,” ungkapnya.

Muji, petani lainnya mengatakan naiknya harga jagung tidak berdampak terhadap kesejahteraan petani, lantaran harga naik saat petani sudah selesai panen. “Harga naik saat kami selesai panen,” kata dia.

Ia mengungkapkan saat panen lalu, harga jagung yang banyak dijual oleh petani kepada pengepul, berbentuk bonggol hanya sekitaran Rp1.800 - Rp2.100 per kilo.

Sebab untuk menjual jagung pipilan, ujar dia, petani harus mengeluarkan biaya penggilingan (mesin perontok jagung) yang cukup besar. "Petani tidak ada yang menikmati hasil panen kemarin, karena tingginya upah panen dan potongan kadar air," ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Suko (38) salah satu pengepul jagung di desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang. Menurutnya, di akhir musim panen, bahkan di sejumlah desa sudah selesai tanam, ia kesulitan mengumpulkan jagung dari petani.

Ia menyebutkan sepekan terakhir harga jagung di sejumlah gudang maupun perusahaan di Kecamatan Ketapang mengalami kenaikan hingga dua kali. Meski harga terus merangkak naik, ia mengaku kesulitan mendapatkan komoditas pertanian tersebut.

“Saat panen saya bisa dapat 15 sampai 20 ton per hari. Namun sekarang susah. Boro-boro 20 ton, untuk cari barang 1 ton per hari saja susahnya setengah mati. Jadi aktivitas saya untuk sementara jadi pengangguran,” ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR