LIWA (lampost.co) -- Menjelang lebaran Idul Fitri 2018 peminat produk keripik talas meningkat drastis. Namun bahan baku untuk membuat keripik itu sendiri saat ini sulit didapat karena petani sudah jarang menanamnya.

Aidah (63) salah seorang pembuat aneka penganan keripik di Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat Rabu (13/6/2018), mengaku mendekati lebaran ini pemesan keripik talas meningkat drastis.



Sementara bahan baku untuk membuat keripik talas itu saat ini semakin menurun. Minimnya stok bahan baku keripik talas dikarenakan petani saat ini sudah jarang membudidayakan talas. Bahkan petani yang membudidayakan tanaman talas saat ini dapat dikatakan sudah termasuk langka.

Aidah mengaku, dirinya sudah lima tahun menggeluti usaha keripik talas. Keripik talasnya selain pembeli datang langsung ke rumah, sebagian dititip ke warung-warung.

Namun mendekati lebaran ini, lanjutnya, peminatnya meningkat drastis tapi ia kesulitan untuk mendapatkan bahan bakunya. Stoknya ada tapi tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan pembeli.

"Pemesan keripik talas banyak tapi untuk memenuhinya saya kesulitan mendapatkan bahan bakunya," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR