KALIANDA (lampost.co) -- Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, harga telur itik di Lampung Selatan naik sebesar Rp700 per butir. Naiknya harga telur itu karena meningkatnya permintaan masyarakat untuk membuat kue.

Agus Sudrajat (44) salah satu peternak itik di Desa Bandanhurip, Kecamatan Sragi mengaku, harga telur itik kini naik dari harga Rp1.300 per butir menjadi Rp2.000 per butir. Hal tersebut dikarenakan permintaan telur menjelang Lebaran terus meningkat.



"Harga telur naik sejak dua minggu lalu, sebelumnya hanya Rp1.300 per butir naik jadi Rp2.000 per butir. Mendekati lebaran permintaan telur semakin meningkat untuk bahan kue buat lebaran," kata dia, Senin (11/6/2018).

Menurutnya, kenaikan harga telur itik bukan hanya karena dipengaruhi cuaca kemarau saat ini. Hal ini diketahui jumlah produksi telur itik berkurang. "Musim panas seperti sekarang ini juga berpengaruh, produksi telur jadi menurun. Biasanya dari 400 itik dalam sehari bisa memprodusi 350 telur sekarang hanya 200 telur," katanya.

Sementara itu, Kodri Wani (50) salah satu pedagang telur di Pasar Inpres Kalianda mengatakan, saat ini harga jual telur itik di pasaran mencapai Rp2.500 per butir. Harga itu mengalami kenaikan sebesar Rp500 per butir. "Biasanya dijual dengan harga Rp2.000 sekarang naik Rp2.500 per butir. Permintaan dari masyarakat juga mengalami peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya," ujarnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR