MESUJI (lampost.co) - -Kabupaten Mesuji yang berbatasan dengan Sumatera Selatan memiliki potensi wisata air yang masih terpendam. Ya, potensi itu adalah Sungai Mesuji. Sungai Mesuji yang membentang hingga 220 km di wilayah itu merupakan urat nadi kehidupan bagi warga Mesuji.
Bagaimana tidak, semua desa tua di Mesuji terletak tepat di pinggir Sungai Mesuji yang membelah wilayah itu dari OKI hingga ke muara laut Jawa. Itu pula yang membuat warga Mesuji yang hidup di bantaran sungai atau yang biasa disebut warga perairan, memiliki akses langsung ke Jakarta melalui Kalibaru, Tanjungpriok, Jakarta Utara.
Jika ingin menjelajah alur sungai yang masih cukup alami itu, cukup datang ke Desa Simpangpematang, kemudian ke perbatasan wilayah OKI—Mesuji yakni Pematangpanggang. Dari situ sudah dapat dinikmati alur sungai hingga ke muara Sungaisidang.
Perjalanan tersebut dapat ditempuh 4—6 jam dengan menggunakan perahu motor. Namun, keindahan Sungai Mesuji akan lebih dapat dinikmati pada event tertentu, misalnya, Festival Sungai Mesuji yang diselenggarakan setiap peringatan HUT Kabupaten Mesuji pada 26 November.
Festival tersebut dipusatkan di Desa Wiralaga sebagai cikal bakal Kabupaten Mesuji. Namun, biasanya pergelaran tersebut dimulai satu pekan sebelum Hari H kabupaten tersebut. Kemudian waktu terbaik lainnya adalah saat menjelang Idulfitri. Dua momen tersebut adalah waktu terbaik untuk dapat menikmati festival tersebut.
Untuk dapat menuju lokasi relatif mudah. Dari Bandar Lampung memerlukan waktu tempuh sekitar tujuh jam perjalanan dengan mobil melintasi jalur lintas timur. Tempat di Km 180 Jalintim, dekat Polsek Simpangpematang, langsung berbelok kanan menuju Wiralaga dan langsung tiba di lokasi.
Jika dari Palembang, waktu tempuh juga dan arah masuk lokasi pun sama yakni dari Simpangpematang. Namun jika ingin tenang, bisa melakukan perjalanan satu hari sebelumnya dan menginap di motel-motel kecil di Simpangpematang dan Brabasan.
Hal yang menarik pada festival tahunan tersebut adalah berbagai lomba yang diselenggarakan oleh Pemkab setempat, mulai dari lomba perahu dayung, perahu hias, dan perahu motor. Lomba tersebut juga diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat dari 105 desa dan tujuh kecamatan yang ada di Mesuji.
Kemudian desa-desa di sisi Sungai Mesuji juga bersolek menambah semarak kegiatan tersebut. Rumah-rumah di sisi kanan dan kiri berhias dengan umbul-umbul, berbagai hiasan janur dan benda-benda berwarna-warna lainnya. Suasana tersebut membuat festival makin meriah.
Selain itu, ribuan warga dari berbagai penjuru kabupaten juga tumpah ruah di sepanjang jalur sungai yang akan dijadikan arena festival. Sebelum lomba dimulai, biasanya warga sudah berada di perahu-perahu kecil di sisi sungai. Atau bahkan duduk berkerumun di tiap-tiap rumah yang memang menghadap ke sungai. Pesta tahunan itu seakan suguhan hiburan yang diperuntukkan di depan halaman rumah.
Dengan demikian, pilihan untuk menikmati festival itu pun bisa dengan duduk-duduk di halaman rumah sembari memakan makanan khas yang juga biasa disuguhkan warga setempat. Jangan sampai Anda tidak menikmatinya. Sebab kuliner Mesuji juga sangat lezat dan tidak ditemukan di tempat lain. Mulai dari burgo, kerupuk ikan khas Mesuji, pempek, dan makanan lainnya yang semuanya diolah dengan ciri khas Mesuji.
Jika Anda berkunjung ke Mesuji dan berbaur dengan warga setempat, Anda juga dapat merasakan keramahan warga yang menyapa di sepanjang sungai tersebut. Anda akan mudah berbaur karena warga Mesuji sangat terbuka. Bahkan dalam waktu singkat, Anda juga segera mendapat cerita khas dari Mesuji. Mulai dari asal Mesuji hingga menjadi kabupaten hingga beberapa cerita rakyat setempat.
Namun, jika Anda ingin memacu adrenalin dan merasakan sebagai bagian dari festival, terjun langsung ke arena festival adalah pilihan yang paling baik. Sebab, saat acara berlangsung biasanya panitia atau bahkan desa-desa setempat sudah menyediakan beberapa perahu yang dapat ditumpangi untuk ikut bersama-sama melaju di tengah sungai Mesuji.
Jangan dilewatkan pada bagian akhir, yakni parade perahu. Semua perahu baik yang mengikuti lomba maupun tidak akan melintas di hadapan penonton. Oleh sebab itu pengunjung dan masyarakat setempat akan bertepuk tangan dan bersorak riuh menyambut kedatangan perahu-perahu yang melintas.
Terakhir, jika Anda adalah gemar memancing. Pilihan mengunjungi Festival Sungai Mesuji sangat tepat. Sebab jika keberuntungan ada di pihak Anda, pada saat memancing Anda akan menemukan jenis ikan yang melegenda, yakni ikan tapa.
Ikan sungai berbentuk pipih tidak bersisik yang besarnya bisa mencapai 1 ton. Dua pekan lalu, seorang warga di aliran sungai tersebut berhasil mendapatkan ikan tersebut dengan bobot 100 kg. Anda tertarik? Ayo kunjungi Sungai Mesuji... 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR