JAKARTA (Lampost.co) --  PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor resmi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia mengumumkan performa penjualannya mengalami peningkatan di kuartal I tahun 2018 yaitu periode Januari-April 2018.

Direktur Sales & Marketing PT KTB Duljatmono, menuturkan bahwa peningkatan ini tak lepas dari kinerja positif dari setiap merek dalam menjawab kebutuhan pasar.



"Pasar tahun 2018 kembali membaik sesuai harapan. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi serta gencarnya pembangunan infrastruktur Indonesia," katanya pada acara Media Gathering di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Adapun Mitsubishi Fuso mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 28,2 persen dengan total penjualan Januari-April 2018 mencapai 16.721 unit serta pangsa pasar 45,4 persen. Di segmen light duty truck (LDT) khususnya, Colt Diesel mendominasi 60 persen pangsa pasar dengan catatan penjualan sebanyak 14.740 unit.

Sektor logistik menjadi kontribusi terbesar dalam penjualan di segmen LDT, kendati yang menjadi pendorong terbesar terhadap peningkatan ini adalah sektor perkebunan (terutama kelapa sawit) dan infrastruktur.

"Kontribusi penjualan kami terus naik dibanding tahun lalu itu di Pulau Sumatera dan Kalimantan, karena didukung dengan kelapa sawit dan konstruksi. Artinya kelapa sawit ini memberi dukungan terhadap Mitsubishi Fuso," terang pria yang akrab disapa Pak Momon.

Sementara di segmen medium duty truck (MDT), Mitsubishi Fuso berhasil menjual sebanyak 1.922 unit pada kuartal I 2018 atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang meraih 1.096 unit. Sedangkan segmen heavy duty truck (HDT), Fuso berhasil meraih penjualan selama periode Januari-April 2018 sebesar 59 unit.

"Pertumbuhan pasar ini sesuai dengan yang kami harapkan. Target utama kami yakni memperkuat segmen pasar niaga dan target market share dalam tiga tahun mendatang sebesar 50 persen," tutur dia.

Menurutnya, KTB juga akan memperkuat layanan purna jual melalui jaringan terluas Mitsubishi Fuso. Sebab dengan bertambahnya permintaan kendaraan, maka permintaan layanan purna jual pun juga meningkat.

 

 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR