BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengingatkan pengelola tempat hiburan malam, hotel, dan indekos untuk proaktif mencegah peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang (narkoba).

Jika lokasi tersebut terbukti menjadi sarang peredaran narkoba, pihak berwenang mengancam akan menjatuhkan sanksi pencabutan izin operasional. Salah satu dasar hukum pencabutan izin operasional adalah Peraturan Daerah Nomor: 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya. Dalam Pasal 19 disebutkan pengelola badan usaha, tempat usaha hotel, penginapan, dan tempat hiburan malam berkewajiban melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan narkoba.



Pengawasan dan pencegahan dilakukan dengan cara meminta karyawan untuk menandatangani surat pernyataan bermeterai yang menyatakan tidak akan mengedarkan atau menyalahgunakan narkoba. Badan usaha juga melaksanakan kampanye penyebaran informasi dan pengawasan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba secara mandiri.

Kewajiban lain memasang papan pengumuman larangan penyalahgunaan narkoba di tempat yang mudah dibaca. Juga melaporkan indikasi penyalahgunaan narkoba yang terjadi di lingkungan kerja. Pelaku usaha pun harus kooperatif dan proaktif ketika terjadi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerjanya.

Jika aturan tersebut tidak dipatuhi, pengelola tempat hiburan dan tempat indekos bisa dipidana dan sanksi administratif terhadap badan usaha yang dikelolanya. Sesuai dengan Pasal 33 Perda No. 1/2019 sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, denda administrasi, pembekuan izin, hingga pencabutan izin.

Peringatan BNNP Lampung tersebut sungguh dapat diterima dengan logika sehat. Terlebih Lampung termasuk provinsi dengan kerawanan tinggi dalam peredaran narkoba. Sudah menjadi rahasia umum, tempat hiburan malam dan indekos sering dijadikan ajang pesta narkoba. Transaksi narkoba pun sering berlangsung di lokasi tersebut. Bahkan peredaran dan konsumsi narkoba juga melibatkan manajer, pemandu lagu, dan disjoki.

Petugas keamanan sudah terlalu sering melakukan razia tempat hiburan keamanan dan setiap kali selalu saja ditemukan bukti pelanggaran. Belakangan para pengunjung memakai narkoba di lokasi lain kemudian baru berkunjung ke tempat hiburan malam. Itu terbukti dari banyaknya hasil tes urine positif para pengunjung, tetapi petugas tidak menemukan barang bukti berupa narkoba.

Perang melawan narkoba tidak boleh kendur. Perang melawan narkoba tidak boleh main-main. Perang melawan narkoba tidak boleh dilakukan secara sambilan. Sebab, narkoba sudah menjadi musuh bersama seluruh masyarakat. Itu sebabnya, seluruh komponen masyarakat harus bersama-sama melawan narkoba secara berkelanjutan.

BNNP Lampung dan aparat keamanan perlu segera mengumpulkan seluruh pemilik tempat hiburan malam dalam rangka upaya pencegahan. Semua pihak harus sepakat untuk melakukan pencegahan dan pengawasan dini terhadap peredaran narkoba.

Pengawasan narkoba juga hendaknya tidak terbatas di tempat hiburan malam dan indekos. Di sejumlah daerah di Lampung, arena hiburan organ tunggal dan keramaian malam juga sering menjadi ajang pesta narkoba. Fakta ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas keamanan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR